Jadilah Pelopor Lingkungan, Kurangi Dampak Global Warming

Jika dalam keadaan terpojok dan bahaya , semua orang bisa menjadi pahlawan. Yang dibutuhkan bukan keperkasaan dan kekuatan, tapi hanyalah kemauan yang keras dan keberanian. Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu juga saat ini saat dunia sedang terancam oleh global warming dan perubahan iklim yang sangat cepat. untuk mencegahnya, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tapi kita bisa mulai dari diri kita. Biarpun apapun yang kita lakukan dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana, tapi nantinya akan bermakna dan mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan kita.



Salah satu contoh pelopor lingkungan hidup yang terkenal adalah Profesor Wangari Maathai  dari Kenya. Saat dia melihat perubahan vegetasi secara luas dan perubahan iklim yang tidak menentu, hilangnya hutan, dan tanah di Kenya yang menjadi tidak subur lagi, dia bersama perempuan lain membentuk kelompok lingkungan yang bernama Gerakan Sabuk Hijau dan mendorong masyarakat Kenya untuk menanam pohon. Saat ini sudah 40 juta pohon yang ditanam untuk mencegah erosi tanah dan memberikan kayu bakar untuk memasak, sehingga dia dianugerahi sebagai wanita pertama di Afrika yang menerima hadiah Nobel Perdamaian.





Tidak jauh berbeda dengan Profesor Wangari Maathai , Hammer Simwinga juga melihat bahwa di Taman Nasional Luangwa Zambia Utara terjadi banyak perburuan badak dan gajah untuk diambil gading, cula, dan dagingnya oleh penduduk desa yang tinggal di sekitar Taman Nasional tersebut. Hatinya tergerak untuk menyelamatkan gajah dan badak dari kepunahan dengan cara memberdayakan masyarakat desa yang tinggal di sekitar Taman Nasional Luangwa Zambia Utara. Dia mencoba memperkuat perekonomian masyarakat desa dengan mengajak memelihara ikan, beternak lebah, dan menanam bunga matahari, sehingga mereka tidak lagi berburu lagi. Organisasi yang dibentuknya dari tahun 1987 sampai sekarang sudah mampu meningkatkan 35.000 peserta dari 64 desa yang mendapatkan akses untuk memperoleh mikrokredit dan pelatihan, mengelola penggilingan dan memproses minyak bunga matahari, dan mengembangkan usaha menjahit dan perkayuan. Saat ini 86 % peserta dari organisasinya mampu makan tiga kali sehari dibanding dulu yang hanya 20 %.



Sebagai Gubernur Propinsi Papua, Barnabas Suebu menghadapi persoalan yang sangat pelik dengan begitu banyaknya pembalakan hutan dan illegal logging. "Kita harus menyelamatkan hutan sebelum terlambat. Jika kita melakukannya, kita dapat membantu menyelamatkan planet dan mengurangi kemiskinan pada saat yang sama," katanya. Oleh karena itu, sejak menjadi gubernur di tahun 2006 dia tidak lagi memberikan ijin baru kepada pengusaha HPH untuk melakukan eksploitasi hutan di bumi Papua. Dia melarang ekspor kayu gelondongan dan nantinya perusahaan kayu di Papua diwajibkan memiliki pabrik pengolahan kayu sendiri. Misalnya saja kayu merbau dari Papua yang diseludupkan ke Cina hanya dijual US$ 10 atau Rp 90.000 per meter kubik, tapi sesampainya di Cina harganya bisa melambung tinggi dan dijual sampai US$ 1500 atau 13,5 juta per meter kubik. Dari fakta seperti ini menunjukan bahwa para penyeludup kayu ilegal sangat diuntungkan dengan perdagangan kayu merbau. Oleh kaena itu, dia mulai melakukan perdagangan karbon untuk menyelamatkan hutan Papua yang diperkirakan sekitar 31 juta hektar. Suebu juga melakukan perdagangan dengan Carbon Conservation dan Chicago Climate Exchange untuk mendapatkan pendapatan lebih daripada menjual kayu dari hasil penebangan hutan, sehingga dapat mencegah deforestasi dan melakukan reforestasi di daerah yang kondisinya cukup kritis.



Sebagai seorang ahli kimia, Abdul Hassam melakukan penelitian bertahun-tahun untuk menyelamatkan lingkungannya di Kushita Bangladesh dari pencemaran arsenik di dalam air tanah. Pencemaran arsenik ini sangat berbahaya karena tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, tapi menyebabkan sakit, kerusakan syaraf, kanker, dan kematian. Dia mampu menemukan alat sederhana untuk menyaring arsenik ini alatnya hanya menggunakan campuran besi bersama dengan pasir sungai, arang, dan pecahan batubata yang basah. Alat yang dinamakan penyaring Sono ini mampu menghilangkan 98% arsenik di dalam air, sehingga diperkirakan alat ini mampu menyelamatkan sekitar 137 juta orang di seluruh dunia.




Shi Zhenrong adalah seorang tehnisi lulusan Universitas New South Wales dari China yang mencoba melakukan pengambangan tehnologi tenaga matahari di propnsi Wuxi setelah mendapat dukungan dana $6 juta dari pemerintah setempat. sejak saat itu penjualan teknologi tenaga matahari berkembang sangat pesat dan di tahun 2005 perusahaan Shi yang bernama Suntech Power berhasil menjadi perusahaan pertama di China yang terdaftar di perdagangan saham New York. Saat ini Shi menjadi milyader dan salah satu orang terkaya di China. Usahanya ini mampu menggantikan dari ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil menuju pada energi terbarukan.




Tidak jauh berbeda dengan Shi Zhengrong, Tulsi Tanti sebagai pengusaha tekstil di India melihat bahwa negaranya mulai mengkonsumsi energi seperti Amerika dan membengkaknya biaya listrik di pabrik tekstilnya, sehingga memaksanya membeli dua turbin angin untuk mencukupi kebutuhan listriknya sehari-hari. sejak tahun 2001 dia mulai tergerak oleh ramalan pemanasan global dan Maladewa yang merupakan tempat liburan favoritnya di tahun 2050 akan tenggelam oleh air laut, lalu dia menjual pabrik tekstilnya dan membuka usaha baru dengan memproduksi pembangkit tenaga angin. Saat ini perusahaannya yang bernama Suzlon menjadi perusahaan penghasil tenaga angin keempat terbesar di dunia.




Dengan meniru tokoh-tokoh seperti Profesor Wangari Maathai, Hammer Simwinga, Barnabas Suebu, Abul Hussam, Shi Zhengrong, dan Tulsi Tanti, kita pasti mampu memberdayakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, memperlambat efek pemanasan global dan perubahan iklim yang sangat cepat, menciptakan perdamaian, menjaga lingkungan hidup, dan mencegah kerusakan hutan pada saat yang sama. Semuanya mulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di sekitar kita dan mampu menyebar luas ke seluruh orang yang ada di lingkungan kita sebelum mempunyai dampak yang luas dan kadang tidak penah kita duga sama sekali. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang menjadi pelopor lingkungan hidup di sekitar tempat tinggal anda! > > >
Dadang Rusbiantoro

Bayarlah Rekening Listrik Secara Online, Kurangi Dampak Global Warming

Setiap bulan kita mempunyai kewajiban membayar tagihan listrik, air, telpon, dan beberapa macam tagihan yang lainnya. Untuk menghemat energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca, ada salah satu cara yang paling sederhana untuk melakukannya, yaitu membayar tagihan secara online. Dengan cara ini, kita mengurangi kertas yang dikirim oleh bank atau kantor, serta mengurangi konsumsi bahan bakar oleh truk, mobil, dan pesawat terbang yang membawa kertas cek atau rekening. Setiap tahun di Amerika dapat mengurangi 1,9 juta ton emisi gas rumah kaca setiap tahun hanya dengan membayar rekening secara online. ?

Selain itu, jika kita membeli barang di supermarket atau toko, kita tidak perlu meminta kwitansi kepada kasir jika kita tidak benar-benar membutuhkannya. Dengan cara seperti ini, kita lebih menghemat kertas yang dihabiskan setiap harinya dalam transaksi bisnis.

Selain kwitansi, cek, atau rekening, tisu toilet juga sangat berpengaruh terhadap pemanasan global. Setiap tahunnya diproduksi jutaan ton tisu toilet untuk kebutuhan kita sehari-hari. Bahan tisu toilet sendiri adalah dari bubur kertas yang dihasilkan oleh kayu akasia dan eucalyptus. Bubur kertas ini telah berperan besar dalam membabat habis hutan tropis untuk digantikan menjadi kebun kayu akasia dan eucalyptus. Dampaknya bukan saja menghilangkan keanekaragaman hayati, tap juga menimbulkan efek pemanasan global. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita harus mencoba mengurangi penggunaan tisu toilet dan berhematlah dalam pemakaiannya.
Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE | http://mcarmand.blogspot.com

listrik, Rekening Listrik Online, Pencegahan Global Warming

Kurangi Dampak Global Warming,Bukalah Jendela

Untuk mengurangi pemakaian AC yang boros energi dan mengeluarkan emisi gas rumah kaca yang besar, salah satu solusi sederhana adalah bukalah jendela.
Kita tidak perlu ruangan yang begitu dingin untuk bekerja, yang penting adalah udara di kantor yang sejuk. Maka kita tidak perlu menyalakan AC.
Cukup dengan buka jendela lebar-lebar. Solusi lainnya adalah gunakan kipas angin yang lebih sedikit mengeluarkan gas rumah kaca atau merancang bangunan rumah dan kantor dengan menggunakan banyak ventilasi, sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk secara alami. Dadang Rusbiantoro

Sirkulasi Udara, Pengurangan CFC, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE | http://mcarmand.blogspot.com

ENERGI ALTERNATIF, kriteria dan berbagai jenis dan sumbernya

Seiring berjalannya waktu populasi manusia semakin bertambah sehingga kebutuhan akan energi pun semakin besar, namun ketersediaan akan energi terbatas. Salah satu contoh yaitu kini ketersediaan minyak bumi di alam kian menipis. Menyadari hal-hal tersebut ilmuwan-ilmuwan di berbagai negara berlomba-lomba untuk menemukan energi alternatif maupun teknologi-teknologi yang hemat dan ramah lingkungan.

Energi Alternatif
tidak lain adalah sumber-sumber energi pengganti sumber energi yang telah menipis ketersediaannya di alam. Contohnya minyak bumi yang volumenya kian menipis. Energi-energi alternatif yang diinginkan yaitu energi alternatif yang memenuhi kritria:
- Dapat digunakan berulang kali

- Ketersediaannya melimpah di alam

- Proses pembuatannya tidak merusak alam

- Tidak berbahaya, aman, dan tidak menimbulkan berbagai penyakit

- Tidak menyisakan limbah atau limbah cair ataupun gasnya tidak merusak alam (ramah lingkungan)



Menjawab fenomena global warming saat ini, energi-energi alternatif yang sangat dibutuhkan yaitu energi alternatif yang memenuhi kriteria tersebut. Namun untuk menemukan energi alternatif yang memenuhi semua kriteria tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan penelitian dan proses yang memakan waktu.
Penelitian dan pengembangan teknologi ramah lingkungan terus diupayakan oleh berbagai negara di dunia, dan kini telah menghasilkan beberapa penemuan energi alternatif. Energi alternatif tersebut terbagi menjadi 2 kategori, kategori energi alternatif pengganti minyak bumi dan kategori sumber listrik alternatif.

A. Energi alternatif pengganti minyak bumi

Energi alternatif pengganti minyak bumi antara lain,
- Elpiji

- Biomassa

- Biofuel

- Biogas

- Biodiesel

- Bioetanol

- Metanol

- Hidrofuel
- Campuran Spiritus

- dan sebagainya


Kini energi-energi alternatif ada yang bersumber dari air laut, air murni, bunga matahari, gula, minyak jelatah,
sampah, kotoran ternak, kompos, Eceng gondok, alkohol, biji jarak,Bonggol jagung, kelapa sawit, dan lain-lain

B. Pembangkit listrik alternatif

Pembangkit listrik alternatif antara lain,

- Panel Surya
- Pembangkit Tenaga Gelombang Laut

- Pembangkit Hidrogen

- Pembangkit Tenaga Nuklir

- dan sebagainya


Penemuan-penemuan tersebutlah yang mulai akan digunakan sebagai alternatif saat ini oleh negara-negara pengembang teknologi maupun negara-negara konsumen dan dapat dipastikan akan menjadi energi dan sumber energi utama di masa depan.
M. Armand Zurhaar

Inventions, Energi Alternatif, Pencegahan Global Warming

http://mcarmand.blogspot.com

Kurangi Dampak Global Warming, Bekerja Dekat Dengan Rumah

Banyak penduduk di kota-kota besar harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk sampai ke kantor atau tempat mereka bekerja. Kadang mereka harus bangun pagi-pagi untuk menghindari kemacetan di jalan. Perjalanan yang jauh dan melelahkan ini benar-benar memboroskan energi, waktu, uang, dan tenaga. :O Bagaimana jika kita mengubah agar tempat kita bekerja atau kantor lebih dekat dengan rumah kita?

Salah satu contoh perusahaan yang melakukan metode ini adalah Gene Mullins di Amerika. Sebagai perusahaan software, Gene Mullins menciptakan program yang membantu perusahaan mengatasi waktu yang dihabiskan karyawannya dengan menyesuaikan diri mereka untuk bekerja dekat dengan rumah.
Gene Mullins meneliti perusahaan seperti Starbuck, Key Bank, Boeing, dan Pemadam Kebakaran di Seattle. Dengan menggunakan program Mullins, kantor cabang Key Bank berusaha mengubah sampai 69% pekerja. Sampai saat ini hanya ada 20% karyawan yang tinggal paling dekat dengan kantornya. Dadang Rusbiantoro


Tempat Kerja, Solusi Kemacetan, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE | http://mcarmand.blogspot.com

Kerusakan Terumbu Karang Akibatkan Pemanasan Global



10/05/2009 12:56

Liputan6.com, Jakarta: Terumbu karang atau koral seluas 75 ribu kilometer persegi yang merupakan rumah-rumah ikan di perairan Indonesia kini rusak parah akibat tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab. Penyebabnya adalah penangkapan ikan menggunakan bom dan pencabutan terumbu karang untuk hiasan aquarium.

Padahal, keberadaan terumbu karang dapat mengurangi efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global dan meningginya permukaan laut. Semakin menipis koral, semakin panas pula suhu bumi.

Solusi kerusakan lingkungan ini akan jadi salah satu topik terpenting yang akan dibahas enam kepala negara termasuk Indonesia dalam Coral Triangle Initiative Summit di World Ocean Conference di Manado, Sulawesi Utara, mulai 11 hingga 15 Mei 2009.(IRN/David Silahooij dan Anto Susanto)

Pengertian Efek Rumah Kaca

Lalu pertanyaan kita selanjutnya adalah apakah rumah kaca itu sesungguhnya? Menurut sumber dari Wikipedia menyatakan bahwa energi yang menerangi bumi datang dari Matahari. Sebagian besar energi yang membanjiri planet kita ini adalah radiasi gelombang pendek. Ketika energi ini memasuki permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas dan menghangatkan Bumi. Permukaan bumi akan memantulkan kembali sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke luar angkasa, walaupun sebagian tetap terperangkap di atmosfer Bumi. Gas-gas tertentu di atmosfer termasuk uap air, karbon dioksida, dan metana akan menjadi perangkap radiasi ini. gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Akumulasi radiasi matahari di atmosfer Bumi ini menyebabkan suhu Bumi menjadi semakin menghangat.

Kenapa gas-gas ini sering disebut sebagai gas rumah kaca? Salah satu alasannya adalah mekanisme pemanasan ini sama seperti yang terjadi di rumah-rumah kaca yang digunakan untuk perkebunan di negara-negara sub tropika seperti di Eropa dan Amerika Serikat. Biasanya para petani menggunakan rumah kaca di saat musim dingin tiba. Tanaman-tanaman yang ditanam di dalam rumah kaca ini akan tetap hidup dan tidak mati membeku oleh pengaruh musim dingin karena kaca akan menghalangi panas metahari yang masuk dan memantulkan kembali keluar. Rumah kaca ini bisa digunakan untuk pembibitan dan berfungsi untuk menghangatkan tanaman yang berada di dalamnya. Rumah kaca ini sendiri sudah ada sejak abad ke-16 di Eropa dan biasa digunakan untuk membudidayakan mawar, lobak, sawi, brokolo, atau tanaman lainnya di musim dingin.

Inilah mengapa sering terjadi kesalah pahaman di antara kita bahwa efek rumah kaca adalah disebabkan oleh adanya rumah-rumah kaca yang terlalu banyak di perkotaan, tapi lebih dikarenakan oleh emisi karbon yang terlalu banyak di angkasa, sehingga menyulitkan panas memantul kembali ke luar angkasa. Gas-gas seperti uap air, karbon dioksida, dan metana berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca, sehingga gas-gas ini dikenal sebagai gas rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Orang yang pertama kali menyingkap fenomena efek rumah kaca ini adalah Jean-Baptise Joseph Foureurer sebagai ahli fisika dan matematika dari Perancis. Penemuan Fourier ini diteruskan oleh seorang fisikawan Swedia yang bernama Svante Arrhenius pada tahun 1894.

cfcSalah satu gas rumah kaca itu adalah CFC. CFC merupakan kepanjangan dari (Chloro Fluoro Carbon) atau yang disebut sebagai Freon, CFC ini menyerang Ozon, akibatnya kandungan Ozon di angkasa menipis dan mengakibatkan lubang di kutub utara dan selatan, sehingga UV (ultraviolet) mampu menerobos masuk ke atmosfer dan menyebabkan terjadinya radiasi. Radiasi dari UV ini akan mengakibatkan kanker kulit jika terkena langsung kulit manusia dalam waktu yang cukup lama, apalagi bagi manusia yang mempunyai hobi berjemur. Jika lapisan ozon semakin menipis dan berlobang, maka bumi ini seakan telanjang dan tidak ada lagi pelindung dari radiasi UV. CFC ini dua ribu kali lebih efektif memperangkap radiasi gelombang panjang daripada karbon. Menurut CFC ini dapat bertahan di atmosfer selama beberapa dekade, sedangkan satu molekul karbon dioksida dapat bertahan sampai 100 tahun, satu molekul nitrous oksida selama 170 tahun, dan satu molekul metana selama 10 tahun.

ch4Gas rumah kaca lainnya adalah metana. Metana adalah gabungan kimia antara unsur formula molekul CH4. Metana ini cukup melimpah dan pembakarannya cukup bersih, sehingga bisa dijadikan bahan bakar dan biasanya dikonversi menjadi metanol. Metana dihasilkan secara alami oleh bakteri yang hidup dan tumbuh subur di rawa-rawa. Bakteri ini menghasilkan metana di dalam selnya. Metana juga terdapat di dalam sistem pencernaan binatang. Binatang pemamah biak seperti sapi dan kambing mempunyai mikroba dalam perutnya yang biasanya digunakan untuk mencerna rerumputan. Beberapa mikroba ini melepaskan metana sebesar 250 gram setiap harinya.

Metana juga dihasilkan oleh padi di sawah. Proses pelepasan metana ini terjadi karena tumbuhan seperti padi pasti membutuhkan genangan air yang cukup. Sistem pertanian dengan sawah semacam ini menciptakan lumpur yang menghasilkan bakteri penghasil metana. Metana akan dilepaskan ke udara saat sawah mulai dikeringkan. Selain itu, padi ini sendiri juga melepas beberapa metana dan budidaya padi ini juga memproduksi nitrogen dioksida dari peruraian pupuk. Dengan peningkatan kebutuhan beras sebagai makanan pokok manusia terutama bagi penduduk di Asia, maka sawah-sawah semakin luas dan jumlah pelepasan metana di atmosfer bumi akan meningkat sangat tajam.

Menurut Enviromental News Network menyimpulkan bahwa budidaya padi adalah satu di antara penyebab utama peningkatan emisi metana-salah satu gas rumah kaca yang 21 kali lebih berpotensi menyebabkan efek rumah kaca dibandingkan karbon dioksida yang menyebabkan kerusakan ozon dan kenaikan suhu. Untuk mereduksi emisi gas ini, salah satu yang dilakukan oleh International Rice Research Institude (IRRI) adalah pada tahap awalnya memperbaiki vareitas padi yang tahan terhadap panas dan kemungkinan akan menghasilkan padi yang tidak begitu besar mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Tapi masalah lain yang ditimbulkan oleh varietes padi yang dihasilkan dari tumbuhan trangenik (tanaman hasil penyilangan dari varietes unggul dan merupakan sebuah rekayasa genetika) ini adalah efek buruk terhadap ketergantungan petani untuk mendapatkan benih padi, insektisida, dan pupuk dari industri pertanian yang cukup besar tanpa bisa menjadi mandiri.

Sementara itu di Thailand, sosialisasi efek global warming terhadap petani adalah dampak buruk pembakaran sisa tanaman yang akan menghasilkan karbon dioksida dan pengairan yang berlebihan akan menghasilkan gas metana. Sedangkan di Indonesia, global warming ini masih menjadi sebatas wacana ilmiah di antara kaum intelektual yang sangat terbatas dan belum dipahami secara menyeluruh kepada seluruh penduduk Indonesia dan terutama kepada petani, sehingga belum ada antisipasi yang meyeluruh dan koordinasi yang baik untuk mereduksi efek global warming.

Metana juga dihasilkan oleh sampah. Diperkirakan 1 ton sampah padat akan menghasilkan 50 kg gas metana. Pada tahun 2020 diprediksi sampah di Indonesia mencapai 500 juta kg perhari atau 190 ribu ton per tahun, sehingga kemungkinan besar akan mengemisikan gas metana sebesar 9500 ton per tahun. Sampah-sampah ini sebenarnya bisa dijadikan listrik dengan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) seperti yang saat ini sedang dirancang di Bandung. Tapi sayang pembangkit listrik semacam ini memakan biaya yang cukup besar, tapi hanya mampu menghasilkan kapasitas listrik yang terbatas. Belum lagi pencemaran dari zat dioksin yang berbahaya bagi manusia.

Berikutnya >>

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Pengertian Global Warming

global warmingPertanyaan kita di sini adalah apakah pemanasan global atau global warming itu sesungguhnya? Global Warming adalah meningkatnya temperatur suhu rata-rata di atmosfer, laut dan daratan di bumi Penyebab dari peningkatan yang cukup drastis ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi (yang diolah menjadi bensin, minyak tanah, avtur, pelumas oli) dan gas alam sejenisnya, yang tidak dapat diperbaharui). Pembakaran dari bahan bakar fosil ini melepaskan karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi.

Penghasil terbesar dari global warming ini adalah negara-negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dan lain-lain yang berada di belahan bumi utara. Global warming ini dapat terjadi karena pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negara-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan yang kebanyakan adalah negara berkembang. Meskipun kontribusinya pada global warming tidak setinggi Negara-negara industri, Negara-negara berkembang juga ikut menghasilkan karbon dioksida dengan meningkatnya industri-industri dan perusahaan tambang (dengan bahan migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain itu Negara seperti Indonesia juga ikut mempunyai andil dalam global warming ini karena menyumbangkan kerusakan hutan yang tercatat dalam rekor dunia Guinnes Record of Book sebagai negara yang paling cepat dalam merusak hutannya. Padahal selama ini sudah diketahui bahwa hutan tropis merupakan paru-paru dari bumi dan menyerap paling banyak karbon di udara. Bahkan dari data panel ahli untuk perubahan iklim (IPCC) menempatkan Indonesia pada posisi tiga besar Negara dengan emisi terbesar di bawah Amerika Serikat dan China, hal ini disebabkan oleh asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia.

Indonesia mempunyai luas hutan sekitar 126 juta hektar, tapi saat ini terjadi penurunan yang sangat drastis. Menurut data dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), sejak tahun 2000 sampai tahun 2004, hutan yang rusak mencapai 3,4 juta hektar per tahun. Di tahun 2005 menjadi 2,8 juta ha dan di tahun 2006 menurun menjadi 2,73 juta ha. Penebangan hutan di Indonesia kemungkinan semakin meningkat mengingat harga minyak kelapa sawit dunia makin melambung tinggi dan berpotensi menjadi bahan bakar untuk biodiesel, sehingga banyak hutan yang akan disulap menjadi perkebunan kelapa sawit.

Rata-rata temperatur permukaan bumi sekitar 15 derajat Celsius(59 derajat Fahrenheit), tapi selam seratus tahun terakhir ini, rata-rata temperatur bumi telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajar Fahrenheit). Para ilmuan memprediksi pemanasan lebih jauh hingga 1,4 – 5,8 derajat Celsius (2,5 – 10,4 derajat Fahrenheit) pada tahun 2100. Di dalam Artikelnya yang berjudul Climatic Change, Jim Hansen mengatakan bahwa kenaikan suhu 1 derajat Celsius saja bisa memicu melelehnya lapisan es di dunia. Proses ini bisa diawali dari Greenland yang bakal melepaskan gunung-gunung es-nya ke lautan. Akibatnya permukaan laut akan naik menjadi beberapa meter. Kenaikan temperatur ini akan menghangatkan lautan, yang mengakibatkan meningkatnya volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9 – 100 cm (4- 40 inchi), menimbulkan gelombang pasang yang sangat dahsyat di daerah pantai, bahkan dapat menenggelamkan pulau-pulau di seluruh dunia. Meunurut ramalannya di tahun 2100, para ilmuwan menyatakan bahwa banyak pulau-pulau kecil di Indonesia akan tenggelam. Beberapa daerah dengan iklim yang hangat seperti di negara-negara tropis akan menerima curah hujan yang lebih tinggi, tetapi tanah juga akan lebih cepat kering. Kekeringan tanah ini akan merusak tanaman, bahkan menghancurkan suplai makanan di beberapa tempat di dunia. Hewan dan tanaman yang tidak mampu bermigrasi ke tempat lain atau beradaptasi dengan perubahan iklim ini akan musnah dan punah.

Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC) yang merupakan sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia, di tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6 – 0,70 (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1,4 – 5,8 derajat Celsius (2,5 – 10,4 derajar Fahrenheit) pada tahun 2100. Sedangkan di Asia peningkatan temperatur rata-rata lebih tinggi sampai mencapai 10 kali lipat. Ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang sampai 10-30 persen akibat melelehnya Gletser (gunung es) seperti pegunungan Himalaya dan mencairnya Kutub Selatan. Seluruh dunia saat ini juga merasakan perubahan ini dengan semakin panjangnya musim panas dan semakin pendeknya musim hujan, selan itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino atau banjir ROB) di seluruh dunia atau meningkatnya suhu udara yang sangat ekstrem di berbagai tempat.

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

12 Tips Menyelamatkan Alam


1. Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

Biasakanlah memilah-milah sampah anorganik dan organik di mana saja untuk memudahkan pengelolaan sampah tersebut. :D
2. Kurangi penggunaan bahan anorganik.
Biasakanlah bawa kantong belanja sendiri, kurangi beli barang dalam satuan kecil contohnya sachet sampo, detergen, dan lain-lain.
3. Dukunglah petani lokal
Dengan membeli buah-buahan, sayur-sayuran, daging, dan susu dari petani lokal yang dekat dari rumah kita, maka kita menghemat bahan bakar dari truk yang membawa produk pertanian itu samapai ke rumah kita.
4. Hemat dalam penggunaan kertas.
Biasakanlah menggunakan kertas di kedua sisi.
5. Hemat dalam penggunaan air dan BBM.
Bahan bakar minyak suatu saat akan habis dari bumi ini dan sejauh ini pengembangan sumber energi alternatif masih dalam taraf percobaan.
6. Hemat dalam penggunaan listrik.
Biasakanlah meminimalkan penggunaan listrik dari jam 5 sore sampai 10 malam, karena itu waktu beban penggunaan listrik. Sebagian besar energi listrik di Indonesia diperoleh dari BBM, jadi hemat listrik = hemat BBM
7. Jadilah pelopor lingkungan.
Dunia sedang terancam oleh pemanasan global dan perubahan iklim yang sangat cepat. Untuk mencegahnya, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tapi kita bisa mulai dari diri kita.
8. Bergabunglah dengan organisasi lingkungan.
Bargabunglah dalam organisasi lingkungan pasti menyenangkan. Anda bisa menyelamatkan dunia.
9. Jangan memelihara, memburu, atau mengonsumsi hewan langka.
Punahnya satu spesies akan memiliki pengaruh berantai yang akhirnya dapat memutuskan siklus kehidupan dan memberikan dampak serius pada keseluruhan ekosistem. :v
10. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di selokan dan sungai.
Biasakanlah hidup teratur. Buang sampah di sembarang tempat pada akhirnya akan mengalir ke selokan, selanjutnya ke sungai dan berakhir di laut. Laut bukan tempat buang sampah. Anda sudah mengetahui dampaknya bukan?
11. Jangan memilih kendaraan yang boros dan tidak ramah lingkungan.
Biasakanlah bersepeda atau berjalan kaki jika jarak ke tempat tujuan kurang dari 1 Kilometer.
12. Masing-masing dari kita memelihara setidaknya satu pohon.
Kita bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, sebaliknya pohon dalam fotosintesis menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Biar impas minimal kita tanam dan rawat satu pohon.

Menuntut Keadilan Iklim

Konvensi Perubahan Iklim, Penyerapan Karbon, Pengertian Iklim

SECARA UMUM iklim didefinisikan sebagai kondidi rata-rata suhu, curah hujan, tekanan udara, dan angin dalam jangka waktu yang panjang, antara 30-100 tahun (inter centennial). Pasca revolusi industri terjadi peningkatan secara perlahan terhadap unsur-unsur iklim (suhu, curah hujan, tekanan udara). Peristiwa ini dikenal dengan perubahan Iklim, perubahan Iklim adalah fakta, Fenomena penyimpangan iklim yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia memberikan pemahaman tersendiri kepada kita tentang bentuk-bentuk dari perubahan iklim misalnya : banjir, longsor, kekeringan, gagal panen, gagal tanam, kebakaran hutan, Gelombang pasang, angin putting beliung dan sebagainya. Sebagian besar masyarakat justru telah merasakan dampaknya secara langsung. Semua ini adalah implikasi dampak dari semakin tingginya emisi gas rumah kaca yang sudah menyelubugi bumi, semakin tingginya emisi yang dihasilkan oleh negara-negara industrialis maju searah dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, diperparah perilaku individu atau kelompok yang melakukan proses eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus dan tidak terkontrol di berbagai daerah belahan dunia.

Pertemuan Para Pihak Konvensi Perubahan Iklim yang telah dilaksanakan di Bali awal hingga pertengahan Desember 2007, justru dijadikan ajang pemerintah Indonesia untuk melihat peluang besar dalam menggalang dana-dana dari negara maju . Baik dana adaptasi maupun mitigasi dalam bentuk mendorong mekanisme Carbon Sink masuk ke dalam CDM (Clean Development Mechanism). Mekanisme Penyerapan Karbon (Carbon sink) adalah mekanisme penyerapan atau perosot karbon dengan menggunakan pohon, tanah, dan laut untuk menyerap karbon yang ada di atmosfir, sehingga ‘mengontrakkan’ hutan tropis Indonesia untuk dijadikan hutan penyerap karbon dari emisi yang dikeluarkan negara maju dengan menawarkan carbon trading atau penurunan emisi gas rumah kaca melalui upaya pencegahan deforestasi dan kerusakan hutan reduced emissions from deforestation and degradation (REDD)

Hasil ini bukan jawaban atas akar permasalahan fenomena perubahan iklim yang terjadi. Karena dengan asumsi bahwa negara maju yang mengeluarkan uangnya untuk penyerapan karbon di negara berkembang akan mendapatkan ‘surat ijin’ untuk tetap berhak mencemari atmosfir tanpa harus menurunkan emisi mereka. Dengan kata lain, membayar untuk mencemari.

Indonesia sebagai salah satu negara agraris yang terdiri dari gugus-gugus pulau akan sangat rentan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Tanpa adanya upaya yang terencana dan terintegrasi, maka dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akan sangat besar baik terhadap sistem alam maupun sistem kehidupan manusa. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap kejadian iklim ekstrim saat ini harus segera dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Keterlambatan dalam melakuakan upaya-upaya terhadap perubahan iklim. Keterlambatan dalam melakukan upaya-upaya tersebut akan berakibat pada meningkatnya tingkat kerentanan sistem alam dan kehidupan manusia terhadap perubahan iklim dan akhirnya akan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan nantinya.

SUPARLAN

Direktur Eksekutif WALHI Yogya.


GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

English GermanItalian French
chose your language

Head Line

Info - Global Warming .com

Info - GlobalWarming.org

Info - Greenpeace.org

News - Sains KOMPAS.com

News - GreenRadio.fm

Web directory Indonesia, daftarkan situs internet anda disini