Dampak Global Warming Terhadap Pertanian dan Persedian Makanan

Dampak Global Warming terhadap Kesehatan Manusia

Saat pemanasan global terjadi dan iklim di bumi menjadi lebih hangat, para ilmuan memprediksi bahwa banyak orang akan meninggal karena gelombang panas seperti yang terjadi pada musim panas di Eropa pada tahun 2003 dimana 35.000 orang meninggal dunia. Selain itu, iklim yang hangat ini membuat wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis semakin meluas dan kemugkinan dapat berpindah tempat ke daerah yang dulunya dingin dan subtropis seperti di Eropa dan Amerika. Wabah penyakit yang diakibatkan nyamuk ini adalah malaria atau demam berdarah. Diperkirakan saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah yang biasa terjadi wabah malaria. Jika iklim di bumi semakin menghangat, presentase itu akan meningkat menjadi 60 persen.

Malaria sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk pembawa parasit malaria yang disebut protozoan dari genus Plasmodium. Ciri-cirinya biasanya tubuh yang dijangkiti penyakit malaria ini akan mengalami demam yang tinggi, koma, dan dalam kasus yang fatal bisa mengakibatkan kematian . Biasanya parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk betina yang 60% adalah nyamuk jenis anopheles. Biasanya nyamuk ini menyerang manusia pada malam hari dan menjadi wabah yang sangat menakutkan pada musim hujan saat mereka mulai berreproduksi dan membutuhkan darah merah yang kaya protein untuk memberi makan kepada telur-telurnya.

Malaria ini menjadi endemik di 106 negara dan mengancam sebagian besar populasi penduduk dunia, terutama di negara berkembang seperti di Asia dan Afrika. Yang paling mengkhawatirkan adalah parasit ini sudah tidak mempan lagi disembuhkan dengan berbagai macam obat dan sangat susah dikontrol penyebarannya. Negara yang paling parah terkena wabah malaria ini adalah Zambia. Di Zambia, ada empat jenis Malaria yang sangat berbahaya karena langsung menyerang otak manusia, sehingga menyebabkan 20 persen dari semua bayi di Zambia tidak bisa hidup lebih dari usia lima tahun. Di Indonesia, penyakit malaria ini sering mewabah di Sumatera dan Irian Jaya yang menjadi sangat rawan terhadap endemik malaria. Saat suhu rata-rata di Sumatera dan di Irian Jaya naik diantara 25o sampai 27o celcius, suhu tersebut merupakan suhu ideal bagi perkembangbiakan nyamuk malaria.

Wabah demam berdarah juga akan melanda di seluruh dunia saat iklim menjadi lebih hangat, terutama di Amerika dan di daerah tropis. Saat curah hujan mulai meningkat dan hampir semua daerah di seluruh belahan bumi ini menjadi lebih hangat, penyebaran penyakit demam berdarah akan semakin meluas. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dari PBB, 3,5 milyar orang di tahun 2085 berresiko terkena penyakit demam berdarah. Penyakit demam berdarah ini biasanya ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, penyakit demam berdarah adalah salah satu wabah penyakit yang paling mematikan dan terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba, biasanya penderita penyakit demam berdarah ini adalah orang yang tinggal di perkampungan kumuh yang padat penduduk dan setidaknya berada di pinggir sungai. Jika pemanasan global ini terjadi, maka wabah demam berdarah akan meluas ke seluruh Indonesia.

Selain penyakit malaria dan demam berdarah, banyak ilmuan meramalkan akan muncul berbagai penyakit baru yang tidak diketahui sebelumnya dan belum ada obatnya seperti SARS, flu burung, Avian malaria, berbagai macam flu yang mematikan, atau bahkan ebola. Jika berbagai macam wabah penyakit ini muncul secara mendadak seperti yang terjadi pada tahun 1918 dimana epedimik flu telah mengakibatkan 40 juta orang meninggal, maka sebagian populasi penduduk dunia akan terancam. Apalagi di era globalisasi saat ini dimana orang bisa berpindah tempat dari satu negara ke negara lain tanpa mengenal ruang dan waktu, maka penyebaran berbagai macam wabah penyakit akan sangat sulit untuk ditanggulangi lagi dan mampu diisolasi di satu tempat saja.

Dadang Rusbiantoro


Peningkatan Malaria, Dampak Pemanasan Global, Efek Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Guest Book





Dampak Global Warming terhadap Ekosistem

Dampak paling parah dari pemanasan global ini adalah ekosistem di bumi bagian utara saat es mulai mencair di sebelah barat Antartika dan Greenland. Akibatnya penguin Adélie di Antartika menurun dari 32.000 pasangan, kini hanya sebanyak 11.000 pasangan di 30 terakhir ini. beruang kutub diperkirakan akan punah di tahun 2100 karena habitatnya hilang. Mereka harus berenang bermil-mil dan bahkan sampai 150 mil melintas lautan lepas untuk berburu anjing laut atau ikan, sehingga saat ini banyak ditemukan beruang kutub yang mati entah karena kelaparan atau kelelahan. Beberapa jenis kupu-kupu, rubah dan tumbulan alpine berpindah jauh ke utara atau lebih ke atas di daerah yang lebih dingin. Kumbang pemakan pohon cemara berkembang biak begitu besar di Alaska karena musim panas yang lebih hangat selama 20 tahun terakhir, sehingga serangga ini telah membunuh sekitar 4 juta hektar tanaman cemara.

Yang paling dirugikan dari efek pemanasan global adalah penduduk yang tinggal di kutub utara dan jumlahnya sekitar 4 juta orang. Sepertiganya adalah penduduk asli yang lebih dikenal sebagai orang Eskimo atau suku Inuit. Mereka tinggal di wilayah Nunavut, Alaska, Siberia, dan Greenland. Kata Eskimo sendiri berarti “pemakan daging mentah” karena mereka mempunyai kebiasaan memakan daging tanpa harus dimasak lebih dahulu. Menurut perkiraan para arkeolog, mereka sudah hidup di Kutub Utara sejak 2000 tahun sebelum masehi dan tinggal di sekitar Alaska. Mata pencaharian mereka biasanya adalah memancing ikan, berbuuru karibou, singa laut, sehingga mereka sangat menggantungkan hidup pada ekosistem es di kutub utara. Saat es mulai mencair, mereka harus beradaptasi dengan semua perubahan ini dan dengan terpaksa mereka akan kehilangan wilayah berburu, bahkan rumah tinggal mereka selama ini. Mereka juga harus mengubah kebiasaan hidupnya sehari-hari yang sudah diturunkan dari nenek moyangnya. Kemungkinan terburuk, mereka adalah korban pertama dari pemanasan global ini.

Saat pemanasan global terjadi secara menyeluruh, hewan mempunyai habitat di iklim yang dingin dan tinggal di wilayah tundra akan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Pemanasan Global ini menyebabkan musim semi datang lebih awal dan musim gugur datang terlambat, sehingga musim kawin yang berlangsung selama musim semi datang lebih awal dan lebih lama di belahan bumu utara. Hewan yang dapat beradaptasi terhadap perubahan punya kesempatan lebih besar untuk menurunkan sifat genetiknya dan meningkatkan frekuensi gennya dalam populasi karena mereka harus menentukan kapan harus bereproduksi, hibernasi, dan bermigrasi di dalam perubahan iklim yang begitu cepat dan tidak menentu. Contohnya tupai merah dari Kanada menjadi fleksibel menyambut musim kawin lebih dulu agar dapat tetap menurunkan sifat genetiknya.

Beberapa jenis spesies harus beradaptasi dengan semua perubahan ini atau akan bermigrasi. Hewan yang paling rentan menghadapi perubahan iklim yang drastis ini adalah reptil. Seperti yang kita ketahui selama ini, reptil dikenal sebagai hewan berdarah dingin karena mereka sangat menggantung pada sumber panas dari luar seperti sinar matahari, batu atau kayu yang hangat, atau tanah yang hangat. Inilah yang membedakan reptil dengan mamalia dan burung yang mengambil sumber temperatur panasnya dari dalam. Dengan kondisi fisik seperti ini dan tidak mempunyai kelenjar keringat seperti manusia, jika terjadi perubahan iklim dan peningkatan suhu yang drastis, maka banyak reptil yang tidak bisa beradaptasi dan mengalami kepunahan seperti 70 persen spesies katak harlequin di hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan saat ini.

Selain reptil, saat ini beberapa spesies burung juga menghadapi dampak buruk dari perubahan iklim ini dan terancam punah dengan kemungkinan di antara 2 sampai 72 persen, semuanya tergantung wilayah, skenario iklim bagi burung untuk berpindah ke habitat yang baru. Dari laporan World Wide Found yang berjudul Bird Species and Climate Change menunjukan berbagai macam dampak buruk perubahan iklim ini bagi burung, contohnya lahan basah di sepanjang pantai Mediterania di Eropa yang selama ini menjadi habitat bagi burung migran akan hancur dalam tahun 2080 saat permukaan air laut naik dengan peningkatan suhu dari 1,5-4,2oC. Perubahan iklim di Kanada juga akan membuat habitat burung tufted puffin menjadi tidak sesuai lagi.

Sebagai antisipasi dari perubahan iklim ini, burung juga mengubah perilakunya seperti mereka akan berkembang biak dan bertelur lebih awal dari musim semi. Dari 64 kajian megenai burung ini, mereka memajukan waktunya karena musim semi datang lebih awal 6,6 hari per dekade. Bahakan di Eropa dan Amerika Utara, burung-burung migran berhenti bermigrasi dan mereka tidak perlu lagi menghindari musim dingin yang membeku karena daratan Eropa menjadi lebih hangat dari sebelumnya. Beberapa burung ini tidak mampu datang lebih awal pada musim semi untuk berkembang biak dan memburu mangsanya seperti serangga yang akan mencapai puncak perkembangbiakan lebih awal karena perubahan iklim ini. Di Belanda, populasi burung penangkap serangga mengalami penurunan sampai 90 persen selama dua dekade terakhir ini. Burung migran ini harus berkembang biak lebih awal saat musim semi tiba di Eropa karena serangga akan mencapai puncak perkembangbiakan lebih cepat. Jika mereka terlambat mendapatkan serangga dan ulat sebagai sumber makanan bagi anak-anaknya yang baru menetas, maka banyak anak-anaknya akan mati kelaparan. Saat burung mulai berkembang biak, sumber makanannya justru sedang mengalami penurunan yang drastis, sehingga dapat dipastikan bahwa anak-anaknya akan mengalami kekurangan gizi.

Perubahan iklim ini juga akan berdampak buruk pada ekosistem di lautan. Jika air laut semakin memanas, maka akan terjadi peningkatan keasaman laut, dan terumbu karang adalah yang paling rentan menghadapi peningkatan keasaman ini. menurut Dr. Nerilie Abrahams dari Universitas Nasional Australia, terumbu karang seperti sedang mencatat kematiannya sendiri. “Kami tahu bahwa jumlah Karbon Dioksida yang dipompakan ke atmosfer sebetulnya mengubah keasaman laut, dan membuat lebih asam lagi. Bahayanya adalah tentu saja seluruh terumbu karang akan hancur dan larut karena asam tadi.” Persoalan perubahan suhu meupun berbagai perubahan lain yang dialami lautan sebetulnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Di masa lalu hal ini sudah barangkali terjadi, nemun perbedaannya adalah saat ini perubahan suhu tersebut dipicu oleh campur tangan manusia, jadi bukan karena sebab alami.

Dadang Rusbiantoro

Dampak Buruk Pemansan, Sebab Akibat Migrasi Hewan, Efek Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Save Trees 'Galery

GALERY

Tim Pengajar TIK di SMA Negeri 3 Palu


Foto penggalian tempat pemilahan sampah di belakang sekolah.



Foto lingkungan SMA Negeri 3 Palu yang bersih dan rindang


Foto pelaksanaan kerja bakti sore kelas XB 2007/2008

Save Trees 'Galery 2



Kenaikan Permukaan Laut akibat Global Warming

Sejauh 30 tahun terakhir ini, pemanasan global telah menyebabkan lapisan es di laut Arktik di Kutub Utara menipis sebesar 40 persen. Di Antartika, lapisan es juga ikut mencair dengan tingkat yang sangat cepat akibat pemanasan global ini. selama ini Kutub Utara dan Selatan terdapat dua jenis es, yaitu es musiman yang biasanya terbentuk saat musim dingin tiba dan mencair saat musim panas datang, dan es abadi yang tebal dan tidak akan mencair sepanjang tahun. Sayang dari penelitian selama tahu-tahun terakhir ini menunjukkan penurunan dramatis bukan saja di dalam es musiman, tapi juga dalam es abadi Pada Bulan November, menurut Dr Mark Serreze, kawasan Arktik kehilangan 2 juta km2 persegi esnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Saat atmosfer mulai menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan ikut menghangat, sehingga volumenya akan membesar dengan mencairnya es di kutub Utara dan Selatan. Akibatnya adalah naiknya tinggi permukaan laut dan lebih banyak volume air laut. Selama abad ke-20 ini, tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi). Lebih jauh lagi, para ilmuan IPCC meramalkan peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21. di tahun 2100 akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-90 cm.

Peningkatan tinggi permukaan laut ini akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai seperti saat jaman es berakhir. Jika terjadi kenaikan air laut sampai 100 cm (40 inchi), maka akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda yang berada di bawah permukaan laut, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau kecil di seluruh dunia. Saat ini kenaikan air laut telah menenggelamkan pulau-pulau seperti Kiribati, Tuvalu, Vanuatu, dan Kepulauan Marshaal di lautan Pasifik, serta penduduk di kepulauan Carteret di Papua harus direlokasi karena kenaikan permukaan air laut ini. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya di dunia akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya seperti Amerika akan kehilangan kota New York, Florida, NewOrleans yang terletak di pinggir pantai dan Inggris juga akan kehilangan kota London, Manchester, dan Liverpol, dan mungkin yang paling parah adalah negara Belanda yang tanahnya cukup rendah dari permukaan laut. Sehingga negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai menuju ke daerah yang lebih tinggi atau di pegunungan. Negara-negara miskin di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan yang lebih sedikit mengeluarkan emisi gas rumah kaca daripada negara-negara maju akan terkena dampak pemanasan global paling buruk.

Di Indonesia, setiap tahunnya di Kota Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah sampai 0,8 sentimeter per tahun akibat pengambilan air tanah dan pembangunan gedung bertingkat. Jika air laut sedang pasang, maka gelombangnya bisa mencapai 1-2 meter menghantam sepanjang pantai Jakarta. Bayangkan jika terjadi peningkatan permukaan air laut, maka kota Jakarta akan tenggelam dan menjadi kota Atlantis.

Dadang Rusbiantoro


Menyangkut | Es Kutub Mencair, Penyebab Air Pasang, Efek Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Perubahan Iklim dan Cuaca akibat Global Warming

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang dampak pemanasan global terhadap iklim dan cuaca di bumi, maka saya akan menjelaskan lebih dahulu apa itu iklim dan cuaca. Iklim adalahakibat jangka panjang dari radiasi matahari pada rotasi bumi yang berbeda-beda menurut letak permukaan dan atmosfer bumi. Biasanya perhitungannya dilakukan setiap tahun dan menurut temperatur rata-rata setiap musim. Ada delapan daerah iklim yang berdasarkan curah hujan: Daerah di garis katulistiwa akan mengalami hujan di sepanjang musim. Di daerah tropis terjadi musim hujan dan musim kemarau. Di daerah tropis semi kering, maka curah hujannya cukup sedikit. Di daerah kering, hampir kering sepanjang musim dan tidak ada hujan sama sekali. Di daerah Mediterania atau Laut Tengah akan terjadi sedikit curah hujan pada musim dingin. Di daerah Mediterania atau Laut Tengah, curah hujan terjadi di musim dingin dan kering di musim panas. Di daerah musim sedang, curah hujan akan terjadi sepanjang musim. Di daerah kutub, curah hujan sangat jarang terjadi.

Dari temperatur di daerah ikilim ini dibagi menjadi 5:
Daerah tropis, dengan rata-rata tiap tahun dan bulanannya sekitar 20o C 68o
Daerah subtropis, dengan temperatur dari bulan ke 4 sampai 11 di atas 20o C, dan keseimbangnya di antara 10o dan 20o C (50o sampai 68o F);
Daerah iklim sedang, temperatur dari bulan ke 4 sampai bulan ke 12 rata-rata 10o sampai 20o C, dan sisanya lebih dingin.
Daerah dingin dari bulan ke 1 to 4 dengan temperatur 10o to 20o C, dan sisanya lebih dingin.
Daerah kutub dengan 12 bulan di bawah 10o C.
F.

Dari vegetasinya dapat digolongkan menjadi hutan hujan tropis, padang rumput yang luas atau savana, padang pasir, tundra, atau lapisan es. Dari hubungan antara temperatur dan curah hujan dapat dibagi menjadi empat kategori: panas-kering (di daerah kering), dingin-kering (kutub dan daerah yang berlapis es), panas-basah (daerah katulistiwa), dan panas-sedang menuju dingin lembab (daerah iklim sedang).

Sedangkan cuaca adalah kondisi atmosfer khususnya di lapisan dekat dengan tanah pada suatu tempat dan waktu. Pengukuran cuaca ini berdasarkan temperatur, kelembaban, angin, gumpalan awan, matahari, dan curah hujan. Perubahan kondisi di atmosfer inilah yang disebut dengan cuaca.

Dalam pengukur mengenai cuaca dan iklim ini dibagi menjadi dua ilmu, yaitu meteorologi dan klimatologi. Meteorologi adalah kajian ilmiah menganai kondisi cuaca di atmosfer bumi setiap hari dan prediksinya. Biasanya jangka waktunya dari menit sampai jam. Sedangkan klimatologi adalah kajian menganai perubahan iklim di atmosfer dalam jangka panjang di daerah tertentu. Klimatologi ini biasanya mengukur rata-rata temperatur, kelembaban, curah hujan, angin, tekanan atmosfer, dan curah hujan. Jangka waktu klimatologi biasanya dari hari sampai ke tahun. Biasanya Meteorologi dan Klimatologi bekerja di dalam satu institusi, tapi pemanasan global ini lebih merupakan pekerjaan klimatologi daripada meteorologi.

Prediksi dari perubahan iklim dan cuaca akibat dari pemanasan global ini adalah terjadinya pemanasan di daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara melebihi daripada di daerah-daerah lain di muka Bumi, sehingga gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil karena permukaan air laut akan naik secara drastis. :O Di kutub utara dan selatan akan sedikit sekali ditemukan es yang terapung. Di daerah-daerah yang biasanya mengalami hujan salju ringan, kemungkinan tidak akan mengalaminya lagi. Di pegunungan di daerah subtropis seperti Alpen, Himalaya, Chacaltaya di Bolivia, atau Kilimanjaro, sebagian besar pegunungan yang ditutupi salju akan semakin sedikit dan lapisan saljunya akan lebih cepat mencair. Padahal pegunungan yang bersalju ini merupakan resevoir bagi beberapa sungai besar seperti sungai Gangga di utara India yang 70 persennya berasal dari lapisan es di Humalaya pada musim panas. Diperkirakan pada tahun 2100, gletser di pegunungan Himalaya yang seluas 33.000 km2 akan mencair. :O 50-90 % gletser di pegunungan Alpen juga akan menghilang dan tidak ada lagi orang bermain ski di sana. Jika sampai es mencair seluruhnya di pegunungan-pegunungan ini, maka akan terjadi :O krisis air yang cukup parah, kekeringan meluas, para petani akan mengalami kegagalan panen, dan jutaan orang akan kekurangan air dan persediaan makanan.

Di Indonesia sudah mulai dan sering terjadi hal-hal seperti yang telah disebutkan di atas bahkan bukan hanya di daerah terpencil melainkan di sebagian daerah ibu kota (DKI Jakarta) telah mengalami krisis air. Oleh sebab itu, pemerintah sekarang mulai mengadakan program hemat air dan hemat energi, yang dianjurkan untuk seluruh masyarakat di Indonesia untuk melakukan penghematan air dan energi hingga 30% perharinya. :O

Dadang Rusbiantoro


Akibat Perubahan Iklim, Latar Belakang Perubahan Iklim, Efek Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Pencemaran Kimia Udara

A. Udara Bersih

Udara yang masih bersih merupakan campuran berbagai gas yang susunannya sebagi berikut :

M a c a m G a s

V o l u m e, %

Nitrogen, N2

Oksigen, O2

Argon, Ar

Karbondioksida, CO2

Helium, He

Neon, Ne

Xenon, Xe

Kripton, Kr

Metana, Ch4. Karbon monoksida, CO

Amoniak, NH3. Nitrat Oksida ,N2O

Hidrogen Sulfida, H2S

78

21

0,94

0,03

0,01

0,01

0,01

0,01

sedikit sekali

sedikit sekali

sedikit sekali

B. Ciri dan Sebab Pencemaran Udara

Pada dasarnya penyebab polusi udara serupa dengan penyebab polusi air. Pencemaran udara adalah jika udara dicampuri dengan zat atau radiasi yang berpengaruh jelek terhadap organisme hidup. Jumlah pengotoran ini cukup banyak sehingga tidak dapat diabsorpsi atau dihilangkan dalam waktu relatif singkat.

C. Unsur dan Senyawa Pencemar Udara

1. Partikel-Qartikel di udara

Sumber partikel-partikel ini adalah cerobong asap pabrik-pabrik, debu akibat ledakan nuklir, kebakaran hutan, dan akibat letusan gunung berapi. Ukuran partikel dapat bermacam-macam. Pengaruh partikel sudah banyak diketahui. Partikel itu akan jatuh dan menempel dalam lingkungan kita. Pernafasan kita akan terganggu karena partikel tersebut. Partikel-partikel juga bersifat menyebabkan pertumbuhan kanker (karsinogen), penyakit jantung, gatal-gatal dan sebagainya. Hal-hal ini disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat dalam partikel/jelaga tersebut.

2. Belerang dioksida (SO2)

Gas jernih tak berwarna ini merupakan bagian dari pencemaran udara, kadarnya sampai 18%. Gas ini baunya menyengat dan amat membahayakan manusia. Jumlah SO2 karena oksidasi H2S adalah 80% , sisanya 20% lagi adalah hasil ulah manusia, yakni akibat bahan bakar yang mengandung Belerang (S), kilang minyak dan letusan gunung berapi. Dari 20% S02 ini yang 16% adalah akibat pembakaran zat-zat yang mengandung belerang seperti minyak bumi dan batubara. Inilah yang membayakan kesehatan di kota-kota yang dapat melumpuhkan dan merusak pernafasan.

S02 jika beraksi dengan kabut berisi uap air akan membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam yang terbentuk di awan akan turun ke tanah dan menimbulkan akan malapetaka bagi tanaman,hewan, dan manusia. Senyawa H2S03 dan H2SO4 juga menyerang setiap permukaan logam. Termasuk rel kereta api, kenderaan sampai pagar halaman, bahkan ann merusak batu-batuan, genting, bahkan granit. Belerang dioksida (SO2) menyebabkan warna barang berubah dan terjadi rapuh. Misalnya barang-barang dari plastik, karet, kertas, dan sebagainya.

3. Karbonmonokdisa (CO)

Karbonmonoksida dibuat manusia karena pembakaran bensin tidak sempurna dalam kenderaaan. Pembakaranan di perindustrian, pembangkit listrik, pemanas rumah. pembakaran di pertanian, dan sebagainya gas ini tidak berwarna atau berbau, tetapi amat berbahaya. Kadar 10 bpj CO da1am udara dapat menyebabkan manusia sakit pengaruh CO serupa dengan pengaruh kekurangan oksigen. Hemoglobin yang biasa membawa oksigen dari udara rupanya lebih tertarik kepada CO. Akan terbentuklah senyawa CO dengan hemoglobin dengan ikatan kimia yang lebih kuat dari ikatan dengan oksigen. Molekul karboksihemoglobin ini sangat berbahaya dan untuk beberapa jam tidak dapat lagi mengikat oksigen yang diperlukan tubuh. Menghisap gas CO yang keluar dari knalpot mobil di ruang garasi tertutup telah banyak menyebabkan kematian.

4. Karbondioksida (CO2)

Pembakaran bahiln fosi1 DEningakatkan konsentrasi CO2 dibumi. Sehingga melampaui tingkat alamiah biarpun tidak beracun seperti halnya CO tetapi CO2 dapat berakibat naikkan suhu bumi. Pembakaran bahan fosil seperti batubara dan minyak bumi banyak memberikan CO2 ke udara. Sebaliknya hutan dan lingkungan hijau makin berkurang akibat pembangunan jalan dan bangunan. Kemampuan fotosintesis yang mengurangi kadar CO2 udara akan menurun. Akibatnya daur (siklus) karbon akan terganggu. pada saat ini hanya 50% CO2 yang dikeluarkan dapat diabsorsi oleh lautan. Terjadilah penimbunan CO2 di udara dengan kecepatan 60 juta ton pertahun. CO2 mengabsorpsi energi di daerah infra merah. Jadi banyak energi termal yang diabsorpsi yang seharusnya kembali ke ruang angkasa dari muka bumi. Itulah yang menyebabkan suhu udara naik. Kenaikan suhu akan mencairkan es di kutub. Permukaan air laut akan naik dan pantai banyak yang akan tenggelam. Itulah pengaruh CO2 yang dinamakan efek rumah kaca. Sisa hutan yang ada akan berpengaruh kepada kondisi udara di hari depan Peningkatan jumlah CO2 akan Mendorong pertumbuhan tanaman lebih cepat, dimana kenaikan proses fotosintesis akan mengurangi jumlah CO2 di udara.

5. Nitrogen oksida (NO, N2O, NO2)

Peran Nitrogen amat penting dalam siklus unsur untuk keseimbangan alam. Sekitar 78% udara terdiri dari nitrogen dan 20% volume adalah oksigen. Nitrogen oksida merupakan pencemar. Sekitar 10% pencemar udara setiap tahun adalah nitrogen oksida. Ada delapan kemungkinan hasil reaksi apabila nitrogen bereaksi dengan oksigen, yang jumlahnya cukup banyak ialah NO,N20,dan NO2. Yang menyebabkan pencemara udara hanyalah NO dan NO2

N20 jumlahnya paling banyak di antara ketiga oksida tersebut. Gas ini tidak berwarna, tidak bereaksi dengan ozon, oksigen, dan hidrokarbon yang ada di udara. Konsentrasi N20 berasal dari sumber alam. NO yang ada dalam udara belum lama diketahui. NO banyak terbentuk dari pembakaran dalam mesin. Zat ini kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut oleh oksigen atau ozon, lambat atau cepat, akan menghasilkan NO2.

NO2 merupakan gas beracun, berwarna coklat-merah, berbau seperti asam nitrat. Pembentukan nitrogen oksida terjadi pada pembakaran batubara, minyak bumi, gas alam, dan industri kimia seperti pabrik asam nitrat, asam sulfat, dan sebagainya. NO dan NO2 dapat merusak bagi manusia dan lingkungannya. NO mempunyai kemampuan membatasi kadar oksigen dalam darah, seperti halnya dengan CO. Jika NO2 bertemu dengan uap air di udara atau dalam tubuh manusia akan terbentuk segera HNO3 yang amat merusak tubuh, karena itulah NO2 akan terasa pedih jikamengenai mata, hidung, saluran nafas, dan jantung. Konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian. NO2 juga akan merusak barang-barang logam karena akan menimbulkan karat. NO2 dapat mengabsorpsi sinar ultraviolet dari matahari dan bereaksi denganhidrokarbon yang ada dalam udara. Sehingga NO2 juga mempengaruhi peristiwamemanasnya suhu bumi atau yang disebut efek rumah kaca.

6. Hidrokarbon

Senyawa ini hanya mengandung unsur hidrogen dan karbon. Pencemar udara berupa hidrokarbon dihasilkan proses di perindustrian penguapan pelarut organik, dan pembakaran sampah. Hidrokarbon berperan dalam asap kabut (asbut) foto kimia dan penyebab kanker. Senyawa benzopirena adalah senyawa hidrokarbon yang terdapat dalam tembakau. Asap rokok mengandung mengandung benzopirena yang menyebabkan kanker jantung. Penduduk kota menghisap benzopirena setiap hari sekitar yang terkandung dalam 7 batang rokok. Benzopirena yang terdapat di udara kebanyakan

disebabkan pembakaran batubara. Sekitar 10% keluar dari knalpot kenderaan, sedikit dari ter atau aspal jalan.Dalam udara terdapat sedikitnya lima, senyawa hidrokarbon lain yang dapat menyebabkan kanker jantung.

7. Ozon (O3)

Ozon adalah gas berwarna biru bening, berbau tajam dan terdapat di udara lapisan atas. Pada ketinggian 25 km di atas bumi mencapai maksimum. Ozon diperoleh karena loncatan listrik di udara. Sebagian besar ozon dibentuk di udara pada ketinggian jauh dari bumi karena aksi sinar ultraviolet kepada oksigen. Daerah atmosfer ini disebut lapisan ozon yang merupakan pelindung makhluk hidup di muka bumi. Lapisan ini mengabsorpsi hampir semua sinar ultraviolet dari matahari. Jika sedikit energi ultraviolet ini sampai ke bumi dan mengenai kulit kita, maka kita akanterasa terbakar. Kalau kita langsung melihat matahari maka mata kita kan buta.Karena terhalang lapisan ozon inilah maka makhluk hidup di muka bumi ini aman.

Jika kita mengemisikan nitrogen oksida (NO dan NO2) ke udara, maka produksi ozon ikan banyak terjadi dilapisan bawah dari udara. Ozon dalam hal ini akan menyebabkan pencemaran udara, yang berakibat :

Ozon sebagai pengoksid yang kuat bereaksi dengan berbagai zat dan beracun bagi makhluk hidup. Jika konsentrasinya kecil akan menyebabkan sakit pada dada, batuk, dan radang pada mata. Merusak hasil tanaman seperti anggur, gula bit, dan tembakau. Dapat merusak tekstil dan bahan-bahan karet.

8. Chloro-fluoro-carbon (CFC)

Mulanya ozon pada bagian atas lapisan udara sangat besar manfaatnya bagi makhluk hidup di permukaan bumi, seperti yang telah dijelaskan di atas. Hamun terjadinya penipisan lapisan ozon di stratosfer (10 hingga 15 km di ataspermukaan bumi ) mengakibatkan sinar ultraviolet masuk ke bumi dalam jumlah yang mengancam kehidupan di bumi. Menurut para ahli, penipisan ini karena pemakaian berlebiban dan berlanjut senyawa chloro-fluoro-carbon (CFC), yang banyak digunakan sebagai :

- bahan pendingin pada mesin penyejuk ruangan (AC)

- bahan pengembang pada pembuatan karet

- bahan pembersih pada industri elektronik

- bahan penyemprot pada parfum, minyak rambut, dan lainnya.

Penyelidikan bahkan membuktikan CFC juga menyumbang 15% terjadinya efek rumah kaca disamping gas karbon dioksida (CO2) metana (CH4) dan nitrogenokdida (NO dan NO2). Efek rumah kaca yang membuat naiknya suhu atmosfer menyebabkan cairnya es di kutub hingga mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Karenanya, tanpa upaya penyelamatan, diperkirakan dengan naiknya suhu bumi maka beberapa kota di tepi pantai di dunia akan tergenang.


9. Timbal (Pb)

Di atmosfer di kota -kota aerosol timbal merupakan pencemar yang telah dikenal. Pencemar ini dihasilkan oleh pembakaran batubara, pabrik-pabrik, penyemprotan pestisida, pembakaran sampah, dan pembakaran bensin. Untuk memperoleh bensin dengan oktan tinggi, mak bensin diberi senyawa timbal tetra etil dan timbal tetra metil. Timbal dan senyawanya mempengaruhi sistem pusat syaraf. Ciri-ciri kerana timbal ialah pusing kehilangan selera, sakit kepala, anemia, sukar tidur, lemah dan keguguran. Keracunan timbal yang akut adalah pingsan dan mati.

10. Fluor dan Asbes

Fluorida adalah senyawa racun jika dalam jumlah besar di udara dalam bentuk gas atau padatan. Fluorida bersumber pada industri yang mengerjakann aluminium, baja, pupuk posfat, pabrik kaca, tembikar, dan juga pembakaranbatubara.

Pada konsentrasi 0,001 bpj senyawa fluorida yang mudah menguap sudah membahayakan lingkungan. Tanaman yang menderita karena senyawa fluor akan menghasilkan buah yang kecil- kecil dan mengalami keterlambatan panen. Asbes dipakai untuk keperluan rumah tangga. Asbes di buat dari senyawamagnesium hidrat. Asbes digunakan untuk atap, ubin, isolator listrik, rem kenderaan, dan sebagainya. Asbes yang terbawa pernafasan akan berkumpul di dalam paru -paru dan menyebabkan gangguan, sampai tumor dan kanker. Pernah ada larangan penggunaan asbes untuk pembangunan rumah karena asbes yang telah tua mulai rapuh dan membahayakan kesehatan.

Pencemaran Kimia Tanah

PENCEMARAN TANAH

PENCEMARAN TANAH

Tanah subur ialah tanah yang cukup mengandung nutrisi bagi tanaman maupun mikro organisme, dan dari segi fisika, kimia, dan biologi memenuhi untuk pertumbuhan. Namun tanah subur dapat rusak karena adanya erosi dan pencemaran tanah.


A. Penyebab Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah dapat terjadi karena hal-hal di bawah ini, yaitu :

1. Pencemaran tanah secara langsung

Misalnya karena penggunaan pupuk secara berlebihan, pemberian pestisida, dan pembuangan limbah yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaleng, botol, dan lain-lainnya.

2. Pencemaran tanah melalui air

Air yang mengandung bahan pencemar (polutan) akan mengubah susunan kimia tanah sehingga mengganggu jasad yang hidup di dalam atau di permukaan tanah.

3. Pencemaran tanah melalui udara

Udara yang tercemar akan menurunkan hujan yang mengandung bahan pencemar yang mengakibatkan tanah tercemar juga.

Bahan-bahan yang dapat mencemari tanah atau pestisida dapat digolongkan

menurut tujuan penggunaannya, yaitu :

1. Insektisida ialah chat pembasmi insekta atau serangga yang biasa mengganggu tanaman.

2. Pestisida ialah obat pembasmi hama tanaman.

3. Herbisida ialah obat pembasmi tanaman yang tidak diharapkan tumbuh.

4. Fungisida ialah obat pembasmi jamur yang tidak di harapkan tumbuh .

5. Rodentisida ialah obat pemusnah binatang pengerat seperti tikus.

6. Akarisida ( Mitesida ) ialah pembunuh kutu.

7. Algisida ialah pembunuh ganggang.

8. Avisida ialah pembunuh burung.

9. Bakterisida ialah pembunuh bakteri.

10.Larvisida ialah pembunuh ulat.

11.Moleksisida ialah pembunuh siput.

12.Nematisida ialah pembunuh nematoda.

13.Ovisida ialah perusak telur.

14.Pedukulisida ialah pembunuh tuma.

15.Piscisida ialah pembunuh ikan

16.Predisida ialah pembunuh predator ( pemangsa ).

17.Silvisida yaitu pembunuh pahon atau pembersih pahon.

18.Termisida ialah pembunuh rayap atau hewan yang suka melubangi kayu.

19.Atraktan ialah penarik serangga melalui baunya.

20.Kemostrilan ialah pensterilan serangga atau vertebrata.

21.Defoliant ialah penggugur daun untuk memudahkan panen.

22.Desikan ialah pengering daun atau bagian tanaman lainnya.

23.Desinpektan ialah pembasmi mikro organisme

24.Repellan ialah penolak atau penghalau hama.

25.Sterilan ialah mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma.

26.Surpaktan ialah untuk meratakan pestisida pada permukaan daun .

27.Stimulan ialah zat yang dapat mendorong pertumbuhan tetapi mematikan terjadinya buah.

Dari daftar di atas, belum semua macam pestisida di sebutkan. Karena itu banyak sekali banyak sekali bahan yang mengandung kimia dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia. Pestisida membantu manusia memberantas hama.

Disamping itu pestisida mencemari tanah, air, dan udara kita. Jadi, pestisida amat membantu manusia jikadipakai dalam jumlah yang tepat, dan dapat merugikan jika dipakai berlebihan. Demikian juga pupuk yang amat berguna memberikan hara bagi tanaman, jika diberikan berlebihan menjadikan racun bagi tanaman. Deterjen yang bersisa tidak dapat terurai juga akan mencemari tanah. Zat-zat yang terdapat dalam deterjen itu masuk ke dalam tanah dan meracuni tanah. Sampah padat yang bertumpuk banyak yang tidak dapat teruraikan oleh makhluk pengurai dalam waktu yang lama juga akan mencemari tanah juga.



B. Penanganan Pencemaran Tanah

Penanganan pestisida sebagai pencemar tanah ialah dengan tidak menggunakannya. Cara ini merupakan yang paling baik hasilnya, tetapi hama tanah mengakibatkan hasil produksi menurun.

Cara yang dapat ditempuh ialah :

1. pengaturan jenis tanaman dan waktu tanam

2. Memilih varietas tanaman yang tahan hama

3. Menggunakan musuh alami untuk hama

4. Menggunakan horlmon serangga

5. Pemandulan (sterilisasi)

6. Memamfaatkan daya tarik seks untuk serangga

Disamping itu juga kita perlu :

1. Memahami kegiatan pestisida yang bersangkutan

2. Mengikuti petunjuk pemakaian

3. Hati -hati dalam penyimpanan

4. Menggunakan alat-alat pelindung seperti masker, kacamata, dan pakaian.

Pada dasarnya cara-cara yang ditempuh itu berlaku untuk bahan kimia,pupuk, atau deterjen. Kehati-hatian pada pemakaian bahan-bahan ini perlu diperhatikan jangan sampai bahan-bahan itu tececer, mengenai badan manusia, atau mencemarkan lingkungan.

Sedangkan penanganan sampah ialah dengan mencegah timbulnya pencemaran, misalnya dengan cara :

1. Penimbunan (dumping), dengan maksud untuk menutupi rawa, jurang, lekukan tanah di tempat terbuka dan di laut

2. Pengisian tanah kesehatan (sanitary landfill), dengan mengisi tanah berlegok dan kemudian menutupnya dengan tanah.

3. Pencacahan ( grinding), dimana limbah organik dimasukkan kedalam alat penggiling sehingga menjadi kecil-kecil , dialirkan ke selokan, hanyut ke tempat pengolahan lebih lanjut.

4. Penkomposan atau composting yakni pengolahan limbah untuk memperoleh kompos untuk menyuburkan tanah.

5. Pembakaran (incineration), yang menghasilkan gas dan residue

6. Pirolisis, yakni mengolah limbah dengan proses dekomposisi senyawa kimia pada suhu tinggi dengan pembakaran tidak sempurna yang pada akhirnya menghasilkan zat kimia baru yang berguna.

Pencemaran Kimia Air

PENCEMARAN KIMIA AIR

A. Aspek-aspek Kimia Pencemaran Air

1. Oksigen terlarut (Disolved Oxygen = DO)

Oksigen adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, tak berasa, dan hanya sedikit larut dalam air. Untuk mempertahankan hidupnya mahluk hidup yang tinggal di air, baik tumbuhan maupun hewan bergantung kepada oksigen yang terlarut ini. Kepekatan oksigen tergantung kepada :

Suhu Adanya tumbuhan yang berfotosintesis Tingkat penetrasi cahaya yang tergantung kepada kedalaman dan kekeruhanair Tingkat kederasan aliran air Jumlah bagian organik yang diuraikan dalam air seperti sampah ,ganggang mati, atau limbah industri.

Jika tingkat oksigen terlarut rendah, maka organisme anaerob mungkin mati dan mungkin organisme anaerob akan menguraikan bahan organik dan menghasilkan bahan seperti metna dan hidrogen sulpida. Zat-zat itulah yang menyebabkan air berbau busuk. Kadar oksigen yang terlarut dalam air ( Disol ved Oksigen = DO ) Bering dipakai untuk menentukan kualitas air bersih. Jika air rnengandung zat pencemar yang banyak, maka harga DO akan turun, sebab oksigen yang larut dalam air akanterpakai oleh bakteri-bakteri untuk menguraikan zat pencemar tersebut. Banyaknya oksigen yang diperlukan mikroorganisme untuk menguraikan zatpencemar tersebut disebut Biochemical Oxygen Demand (BOD). Harga BOD berbanding terbalik dengan DO. Air yang bersih tentu memiliki harga DO tinggi dan harga BOD rendah. Jika harga DO lebih dari 4 mg per1iter, berarti air tersebut cukup tercemar.


2. Karbondioksida (CO2).

Kepekatan oksigen terlarut dalam air tergantung kepada kepekatan karbondioksida yang ada. Karena itu perlu dipelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kepekatan CO2dalam air.

Kepekatan CO2dipengaruhi oleh :

CO2 yang berasal dari air hujan

CO2 terbentuk dari hasil metabolisme yaitu pada peristiwa respirasi pada hewan maupun hewan.

Penguraian bahan-bahan organik.


3. pH. Kebasaan, keasaman dan keasadahan air

pH adalah ukuran derajat keasaman atau kebasaan zat cair atau larutan. Air yang mempunyai pH antara 6,7 - 8,6 mendukung populasi hewan dan tumbuhan dalam air. Dalam jangkauan pH itu pertumbuhan dan perkembangbiakan hewan dan tumbuhan di air tidak terganggu. Kebasaan air ialah suatu kapasitas air untuk dapat menetralkan asam. Hal ini disebabkan adanya asam atau garam basa yang terdapat dalam air, misalnya NaOH dan Ca (OH) 2. Garam basa yang sering dijumpai adalah karbonat logam-logamnatrium, kalsium,magnesium, dan sebagainya.Kebasaan yang tinggi belum tentumempunyai pH yang tinggi.

Keasaman adalah kemampuan untuk menetralkan basa Keasaman yang tinggi belum tentu pH-nya rendah. Suatu asam 1emah dapat mempunyai keasaman yang tinggi, artinya mempunyai potensi untuk melepaskan hidrogen yang besar, contohnya asam karbonat, asam asetat, dan asam organik lainnya.

Kesadahan air disebabkan oleh ion-ion magnesium dan kalsium. Kesadaran tidaklah menguntungkan karena menurunkan tegangan permukaan air. Air yang dianggap bermutu tinggi mempunyai kesadahan yang rendah. Kalsium atau magnesium dapat bereaksi dalam air sadah dengan sabun sehingga sabun tidak memberi busa. Kesadahan karena asam hidrogen karbonat (H2CO3) dinamakan kesadahan karbonat atau kesadahan sementara karena kesahan dapat hilang karena dipanaskan. Kesadahan karena garam sulfat atau klorida disebut kesadahan tetap atau permanen. Kesadahan yang tinggi belum tentu disebabkan limbah industri, mungkin karena susunan geologi tanah di sekitar sungai.


4. Nitrogen

Karbon, hidrogen, dan oksigen penting untuk kehidupan yang berperan dalam proses fotosintesisi dan respirasi. Dengan unsur-unsur fosfor, nitrogen, dan belerang membentuk protein yang penting untuk pertumbuhan tubuh. Di tambah dengan unsur kalsium, magnesium, semuanya termasuk unsur-unsur nutrien.

Nitrogen sebagai salah satu unsur nutrien terpenting dalam protein. Protein merupakan komposisi utama penyusun jaringan tubuh.

Ada tiga sumber utama Nitrogen di dalam yaitu :

1. Udara ; Nitrogen merupakan unsur terbanyak di udara yaitu 78% dari volume udara.

2. Terdapat dalam senyawa-senyawa anorganik, misalnya senyawa nitrit, nitrat, dan amoniak.

3. Terdapat dalam senyawa -senyawa organik, misalnya, protein, urea, dan lain-lainnya.

4. Senyawa-senyawa nitrit, nitrat, dan amoniak dalam air akan menyebabkan pencemaran apabila melampaui batas normal.


5. Fosfor

Seperti nitrogen, fosfor memasuki air melalui berbagai jalan seperti melalui kotoran, sampah, sisa pertanian, kotoran hewan, dan sisa tanaman dan hewan yang mati. Pencegahan penyebaran fosfor adalah dengan melaran deterjen yang mengandung fosfat. Demikian pula dengan mewajibkan pengolahan limbah industri.


6. Pencemar lainnya

Deterjen merupakan salah satu pencemar air yang sangat berarti karena kandungan kimianya yaitu alkil sulfonat linear dan alkil benzena sulfonat. Untuk mengurangi masalah lingkungan sebaiknya kita tidak menggunakan deterjen tetapi sabun untuk mencuci pakaian. Hal ini disebabkan sabun dapat diuraikan oleh bakteri.

Disamping pencemar-pencemar di atas, masih banyak lagi yang dapat mencemari air misalnya unsur-unsur logam seperti seng, timbal, tembaga, besi, dan mangan, apabila melampaui batas yang normal.

SITE INFO


Free Hit Counter

Web Counter



Locations of visitors to this page

Green Blogs - Blog Rankings

Literature & Writing (Poems) - TOP.ORG

Energy  Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Health blogs

Locations of visitors to this page

English GermanItalian French
chose your language

Head Line

Info - Global Warming .com

Info - GlobalWarming.org

Info - Greenpeace.org

News - Sains KOMPAS.com

News - GreenRadio.fm