Kerusakan Terumbu Karang Akibatkan Pemanasan Global



10/05/2009 12:56

Liputan6.com, Jakarta: Terumbu karang atau koral seluas 75 ribu kilometer persegi yang merupakan rumah-rumah ikan di perairan Indonesia kini rusak parah akibat tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab. Penyebabnya adalah penangkapan ikan menggunakan bom dan pencabutan terumbu karang untuk hiasan aquarium.

Padahal, keberadaan terumbu karang dapat mengurangi efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global dan meningginya permukaan laut. Semakin menipis koral, semakin panas pula suhu bumi.

Solusi kerusakan lingkungan ini akan jadi salah satu topik terpenting yang akan dibahas enam kepala negara termasuk Indonesia dalam Coral Triangle Initiative Summit di World Ocean Conference di Manado, Sulawesi Utara, mulai 11 hingga 15 Mei 2009.(IRN/David Silahooij dan Anto Susanto)

Pengertian Efek Rumah Kaca

Lalu pertanyaan kita selanjutnya adalah apakah rumah kaca itu sesungguhnya? Menurut sumber dari Wikipedia menyatakan bahwa energi yang menerangi bumi datang dari Matahari. Sebagian besar energi yang membanjiri planet kita ini adalah radiasi gelombang pendek. Ketika energi ini memasuki permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas dan menghangatkan Bumi. Permukaan bumi akan memantulkan kembali sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke luar angkasa, walaupun sebagian tetap terperangkap di atmosfer Bumi. Gas-gas tertentu di atmosfer termasuk uap air, karbon dioksida, dan metana akan menjadi perangkap radiasi ini. gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Akumulasi radiasi matahari di atmosfer Bumi ini menyebabkan suhu Bumi menjadi semakin menghangat.

Kenapa gas-gas ini sering disebut sebagai gas rumah kaca? Salah satu alasannya adalah mekanisme pemanasan ini sama seperti yang terjadi di rumah-rumah kaca yang digunakan untuk perkebunan di negara-negara sub tropika seperti di Eropa dan Amerika Serikat. Biasanya para petani menggunakan rumah kaca di saat musim dingin tiba. Tanaman-tanaman yang ditanam di dalam rumah kaca ini akan tetap hidup dan tidak mati membeku oleh pengaruh musim dingin karena kaca akan menghalangi panas metahari yang masuk dan memantulkan kembali keluar. Rumah kaca ini bisa digunakan untuk pembibitan dan berfungsi untuk menghangatkan tanaman yang berada di dalamnya. Rumah kaca ini sendiri sudah ada sejak abad ke-16 di Eropa dan biasa digunakan untuk membudidayakan mawar, lobak, sawi, brokolo, atau tanaman lainnya di musim dingin.

Inilah mengapa sering terjadi kesalah pahaman di antara kita bahwa efek rumah kaca adalah disebabkan oleh adanya rumah-rumah kaca yang terlalu banyak di perkotaan, tapi lebih dikarenakan oleh emisi karbon yang terlalu banyak di angkasa, sehingga menyulitkan panas memantul kembali ke luar angkasa. Gas-gas seperti uap air, karbon dioksida, dan metana berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca, sehingga gas-gas ini dikenal sebagai gas rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Orang yang pertama kali menyingkap fenomena efek rumah kaca ini adalah Jean-Baptise Joseph Foureurer sebagai ahli fisika dan matematika dari Perancis. Penemuan Fourier ini diteruskan oleh seorang fisikawan Swedia yang bernama Svante Arrhenius pada tahun 1894.

cfcSalah satu gas rumah kaca itu adalah CFC. CFC merupakan kepanjangan dari (Chloro Fluoro Carbon) atau yang disebut sebagai Freon, CFC ini menyerang Ozon, akibatnya kandungan Ozon di angkasa menipis dan mengakibatkan lubang di kutub utara dan selatan, sehingga UV (ultraviolet) mampu menerobos masuk ke atmosfer dan menyebabkan terjadinya radiasi. Radiasi dari UV ini akan mengakibatkan kanker kulit jika terkena langsung kulit manusia dalam waktu yang cukup lama, apalagi bagi manusia yang mempunyai hobi berjemur. Jika lapisan ozon semakin menipis dan berlobang, maka bumi ini seakan telanjang dan tidak ada lagi pelindung dari radiasi UV. CFC ini dua ribu kali lebih efektif memperangkap radiasi gelombang panjang daripada karbon. Menurut CFC ini dapat bertahan di atmosfer selama beberapa dekade, sedangkan satu molekul karbon dioksida dapat bertahan sampai 100 tahun, satu molekul nitrous oksida selama 170 tahun, dan satu molekul metana selama 10 tahun.

ch4Gas rumah kaca lainnya adalah metana. Metana adalah gabungan kimia antara unsur formula molekul CH4. Metana ini cukup melimpah dan pembakarannya cukup bersih, sehingga bisa dijadikan bahan bakar dan biasanya dikonversi menjadi metanol. Metana dihasilkan secara alami oleh bakteri yang hidup dan tumbuh subur di rawa-rawa. Bakteri ini menghasilkan metana di dalam selnya. Metana juga terdapat di dalam sistem pencernaan binatang. Binatang pemamah biak seperti sapi dan kambing mempunyai mikroba dalam perutnya yang biasanya digunakan untuk mencerna rerumputan. Beberapa mikroba ini melepaskan metana sebesar 250 gram setiap harinya.

Metana juga dihasilkan oleh padi di sawah. Proses pelepasan metana ini terjadi karena tumbuhan seperti padi pasti membutuhkan genangan air yang cukup. Sistem pertanian dengan sawah semacam ini menciptakan lumpur yang menghasilkan bakteri penghasil metana. Metana akan dilepaskan ke udara saat sawah mulai dikeringkan. Selain itu, padi ini sendiri juga melepas beberapa metana dan budidaya padi ini juga memproduksi nitrogen dioksida dari peruraian pupuk. Dengan peningkatan kebutuhan beras sebagai makanan pokok manusia terutama bagi penduduk di Asia, maka sawah-sawah semakin luas dan jumlah pelepasan metana di atmosfer bumi akan meningkat sangat tajam.

Menurut Enviromental News Network menyimpulkan bahwa budidaya padi adalah satu di antara penyebab utama peningkatan emisi metana-salah satu gas rumah kaca yang 21 kali lebih berpotensi menyebabkan efek rumah kaca dibandingkan karbon dioksida yang menyebabkan kerusakan ozon dan kenaikan suhu. Untuk mereduksi emisi gas ini, salah satu yang dilakukan oleh International Rice Research Institude (IRRI) adalah pada tahap awalnya memperbaiki vareitas padi yang tahan terhadap panas dan kemungkinan akan menghasilkan padi yang tidak begitu besar mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Tapi masalah lain yang ditimbulkan oleh varietes padi yang dihasilkan dari tumbuhan trangenik (tanaman hasil penyilangan dari varietes unggul dan merupakan sebuah rekayasa genetika) ini adalah efek buruk terhadap ketergantungan petani untuk mendapatkan benih padi, insektisida, dan pupuk dari industri pertanian yang cukup besar tanpa bisa menjadi mandiri.

Sementara itu di Thailand, sosialisasi efek global warming terhadap petani adalah dampak buruk pembakaran sisa tanaman yang akan menghasilkan karbon dioksida dan pengairan yang berlebihan akan menghasilkan gas metana. Sedangkan di Indonesia, global warming ini masih menjadi sebatas wacana ilmiah di antara kaum intelektual yang sangat terbatas dan belum dipahami secara menyeluruh kepada seluruh penduduk Indonesia dan terutama kepada petani, sehingga belum ada antisipasi yang meyeluruh dan koordinasi yang baik untuk mereduksi efek global warming.

Metana juga dihasilkan oleh sampah. Diperkirakan 1 ton sampah padat akan menghasilkan 50 kg gas metana. Pada tahun 2020 diprediksi sampah di Indonesia mencapai 500 juta kg perhari atau 190 ribu ton per tahun, sehingga kemungkinan besar akan mengemisikan gas metana sebesar 9500 ton per tahun. Sampah-sampah ini sebenarnya bisa dijadikan listrik dengan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) seperti yang saat ini sedang dirancang di Bandung. Tapi sayang pembangkit listrik semacam ini memakan biaya yang cukup besar, tapi hanya mampu menghasilkan kapasitas listrik yang terbatas. Belum lagi pencemaran dari zat dioksin yang berbahaya bagi manusia.

Berikutnya >>

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Pengertian Global Warming

global warmingPertanyaan kita di sini adalah apakah pemanasan global atau global warming itu sesungguhnya? Global Warming adalah meningkatnya temperatur suhu rata-rata di atmosfer, laut dan daratan di bumi Penyebab dari peningkatan yang cukup drastis ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi (yang diolah menjadi bensin, minyak tanah, avtur, pelumas oli) dan gas alam sejenisnya, yang tidak dapat diperbaharui). Pembakaran dari bahan bakar fosil ini melepaskan karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi.

Penghasil terbesar dari global warming ini adalah negara-negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dan lain-lain yang berada di belahan bumi utara. Global warming ini dapat terjadi karena pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negara-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan yang kebanyakan adalah negara berkembang. Meskipun kontribusinya pada global warming tidak setinggi Negara-negara industri, Negara-negara berkembang juga ikut menghasilkan karbon dioksida dengan meningkatnya industri-industri dan perusahaan tambang (dengan bahan migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain itu Negara seperti Indonesia juga ikut mempunyai andil dalam global warming ini karena menyumbangkan kerusakan hutan yang tercatat dalam rekor dunia Guinnes Record of Book sebagai negara yang paling cepat dalam merusak hutannya. Padahal selama ini sudah diketahui bahwa hutan tropis merupakan paru-paru dari bumi dan menyerap paling banyak karbon di udara. Bahkan dari data panel ahli untuk perubahan iklim (IPCC) menempatkan Indonesia pada posisi tiga besar Negara dengan emisi terbesar di bawah Amerika Serikat dan China, hal ini disebabkan oleh asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia.

Indonesia mempunyai luas hutan sekitar 126 juta hektar, tapi saat ini terjadi penurunan yang sangat drastis. Menurut data dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), sejak tahun 2000 sampai tahun 2004, hutan yang rusak mencapai 3,4 juta hektar per tahun. Di tahun 2005 menjadi 2,8 juta ha dan di tahun 2006 menurun menjadi 2,73 juta ha. Penebangan hutan di Indonesia kemungkinan semakin meningkat mengingat harga minyak kelapa sawit dunia makin melambung tinggi dan berpotensi menjadi bahan bakar untuk biodiesel, sehingga banyak hutan yang akan disulap menjadi perkebunan kelapa sawit.

Rata-rata temperatur permukaan bumi sekitar 15 derajat Celsius(59 derajat Fahrenheit), tapi selam seratus tahun terakhir ini, rata-rata temperatur bumi telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajar Fahrenheit). Para ilmuan memprediksi pemanasan lebih jauh hingga 1,4 – 5,8 derajat Celsius (2,5 – 10,4 derajat Fahrenheit) pada tahun 2100. Di dalam Artikelnya yang berjudul Climatic Change, Jim Hansen mengatakan bahwa kenaikan suhu 1 derajat Celsius saja bisa memicu melelehnya lapisan es di dunia. Proses ini bisa diawali dari Greenland yang bakal melepaskan gunung-gunung es-nya ke lautan. Akibatnya permukaan laut akan naik menjadi beberapa meter. Kenaikan temperatur ini akan menghangatkan lautan, yang mengakibatkan meningkatnya volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9 – 100 cm (4- 40 inchi), menimbulkan gelombang pasang yang sangat dahsyat di daerah pantai, bahkan dapat menenggelamkan pulau-pulau di seluruh dunia. Meunurut ramalannya di tahun 2100, para ilmuwan menyatakan bahwa banyak pulau-pulau kecil di Indonesia akan tenggelam. Beberapa daerah dengan iklim yang hangat seperti di negara-negara tropis akan menerima curah hujan yang lebih tinggi, tetapi tanah juga akan lebih cepat kering. Kekeringan tanah ini akan merusak tanaman, bahkan menghancurkan suplai makanan di beberapa tempat di dunia. Hewan dan tanaman yang tidak mampu bermigrasi ke tempat lain atau beradaptasi dengan perubahan iklim ini akan musnah dan punah.

Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC) yang merupakan sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia, di tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6 – 0,70 (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1,4 – 5,8 derajat Celsius (2,5 – 10,4 derajar Fahrenheit) pada tahun 2100. Sedangkan di Asia peningkatan temperatur rata-rata lebih tinggi sampai mencapai 10 kali lipat. Ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang sampai 10-30 persen akibat melelehnya Gletser (gunung es) seperti pegunungan Himalaya dan mencairnya Kutub Selatan. Seluruh dunia saat ini juga merasakan perubahan ini dengan semakin panjangnya musim panas dan semakin pendeknya musim hujan, selan itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino atau banjir ROB) di seluruh dunia atau meningkatnya suhu udara yang sangat ekstrem di berbagai tempat.

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

12 Tips Menyelamatkan Alam


1. Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

Biasakanlah memilah-milah sampah anorganik dan organik di mana saja untuk memudahkan pengelolaan sampah tersebut. :D
2. Kurangi penggunaan bahan anorganik.
Biasakanlah bawa kantong belanja sendiri, kurangi beli barang dalam satuan kecil contohnya sachet sampo, detergen, dan lain-lain.
3. Dukunglah petani lokal
Dengan membeli buah-buahan, sayur-sayuran, daging, dan susu dari petani lokal yang dekat dari rumah kita, maka kita menghemat bahan bakar dari truk yang membawa produk pertanian itu samapai ke rumah kita.
4. Hemat dalam penggunaan kertas.
Biasakanlah menggunakan kertas di kedua sisi.
5. Hemat dalam penggunaan air dan BBM.
Bahan bakar minyak suatu saat akan habis dari bumi ini dan sejauh ini pengembangan sumber energi alternatif masih dalam taraf percobaan.
6. Hemat dalam penggunaan listrik.
Biasakanlah meminimalkan penggunaan listrik dari jam 5 sore sampai 10 malam, karena itu waktu beban penggunaan listrik. Sebagian besar energi listrik di Indonesia diperoleh dari BBM, jadi hemat listrik = hemat BBM
7. Jadilah pelopor lingkungan.
Dunia sedang terancam oleh pemanasan global dan perubahan iklim yang sangat cepat. Untuk mencegahnya, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tapi kita bisa mulai dari diri kita.
8. Bergabunglah dengan organisasi lingkungan.
Bargabunglah dalam organisasi lingkungan pasti menyenangkan. Anda bisa menyelamatkan dunia.
9. Jangan memelihara, memburu, atau mengonsumsi hewan langka.
Punahnya satu spesies akan memiliki pengaruh berantai yang akhirnya dapat memutuskan siklus kehidupan dan memberikan dampak serius pada keseluruhan ekosistem. :v
10. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di selokan dan sungai.
Biasakanlah hidup teratur. Buang sampah di sembarang tempat pada akhirnya akan mengalir ke selokan, selanjutnya ke sungai dan berakhir di laut. Laut bukan tempat buang sampah. Anda sudah mengetahui dampaknya bukan?
11. Jangan memilih kendaraan yang boros dan tidak ramah lingkungan.
Biasakanlah bersepeda atau berjalan kaki jika jarak ke tempat tujuan kurang dari 1 Kilometer.
12. Masing-masing dari kita memelihara setidaknya satu pohon.
Kita bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, sebaliknya pohon dalam fotosintesis menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Biar impas minimal kita tanam dan rawat satu pohon.

Menuntut Keadilan Iklim

Konvensi Perubahan Iklim, Penyerapan Karbon, Pengertian Iklim

SECARA UMUM iklim didefinisikan sebagai kondidi rata-rata suhu, curah hujan, tekanan udara, dan angin dalam jangka waktu yang panjang, antara 30-100 tahun (inter centennial). Pasca revolusi industri terjadi peningkatan secara perlahan terhadap unsur-unsur iklim (suhu, curah hujan, tekanan udara). Peristiwa ini dikenal dengan perubahan Iklim, perubahan Iklim adalah fakta, Fenomena penyimpangan iklim yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia memberikan pemahaman tersendiri kepada kita tentang bentuk-bentuk dari perubahan iklim misalnya : banjir, longsor, kekeringan, gagal panen, gagal tanam, kebakaran hutan, Gelombang pasang, angin putting beliung dan sebagainya. Sebagian besar masyarakat justru telah merasakan dampaknya secara langsung. Semua ini adalah implikasi dampak dari semakin tingginya emisi gas rumah kaca yang sudah menyelubugi bumi, semakin tingginya emisi yang dihasilkan oleh negara-negara industrialis maju searah dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, diperparah perilaku individu atau kelompok yang melakukan proses eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus dan tidak terkontrol di berbagai daerah belahan dunia.

Pertemuan Para Pihak Konvensi Perubahan Iklim yang telah dilaksanakan di Bali awal hingga pertengahan Desember 2007, justru dijadikan ajang pemerintah Indonesia untuk melihat peluang besar dalam menggalang dana-dana dari negara maju . Baik dana adaptasi maupun mitigasi dalam bentuk mendorong mekanisme Carbon Sink masuk ke dalam CDM (Clean Development Mechanism). Mekanisme Penyerapan Karbon (Carbon sink) adalah mekanisme penyerapan atau perosot karbon dengan menggunakan pohon, tanah, dan laut untuk menyerap karbon yang ada di atmosfir, sehingga ‘mengontrakkan’ hutan tropis Indonesia untuk dijadikan hutan penyerap karbon dari emisi yang dikeluarkan negara maju dengan menawarkan carbon trading atau penurunan emisi gas rumah kaca melalui upaya pencegahan deforestasi dan kerusakan hutan reduced emissions from deforestation and degradation (REDD)

Hasil ini bukan jawaban atas akar permasalahan fenomena perubahan iklim yang terjadi. Karena dengan asumsi bahwa negara maju yang mengeluarkan uangnya untuk penyerapan karbon di negara berkembang akan mendapatkan ‘surat ijin’ untuk tetap berhak mencemari atmosfir tanpa harus menurunkan emisi mereka. Dengan kata lain, membayar untuk mencemari.

Indonesia sebagai salah satu negara agraris yang terdiri dari gugus-gugus pulau akan sangat rentan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Tanpa adanya upaya yang terencana dan terintegrasi, maka dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akan sangat besar baik terhadap sistem alam maupun sistem kehidupan manusa. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap kejadian iklim ekstrim saat ini harus segera dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Keterlambatan dalam melakuakan upaya-upaya terhadap perubahan iklim. Keterlambatan dalam melakukan upaya-upaya tersebut akan berakibat pada meningkatnya tingkat kerentanan sistem alam dan kehidupan manusia terhadap perubahan iklim dan akhirnya akan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan nantinya.

SUPARLAN

Direktur Eksekutif WALHI Yogya.


GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Air Pollution

Clean Air

The air is still clean gas is a mix of different order as follows:

KINDS OF GAS

V olume, %

Nitrogen, N2

78

Oxygen, O2

21

Argon, Ar

0.94

Carbon dioxide, CO2

0.03

Helium, He

0.01

Neon, Ne

0.01

Xenon, xe

0.01

Kripton, Kr

0.01

Metana, Ch4. Carbon monoxide, CO

little

Ammonia, NH3. Nitrate oxide, N2O

little

Hydrogen sulfide, H2S

little



B. For the characteristics and Air Pollution

Basically the cause of air pollution similar to the causes of water pollution. Air pollution if the air is mixed with substances or the radiation effect on the ugly of living organisms. The amount of contamination is quite a lot so that can not be removed or diabsorpsi in relatively short time.

C. Unsur dan Senyawa Pencemar Udara Element and compound Pencemar Air

1. Qartikel-particles in the air

Source of particles is the smoke stack factories, nuclear explosion due to dust, forest fires, and due to volcanic eruptions. The influence of particles has been known. Particles that will fall and stick in our environment. Respirator because we will be subject to these particles. Particles also cause the growth of cancer (karsinogen), heart disease, itch, itch, and so forth. These things are caused by the actual chemical that is contained in particles / soot is.

2. Sulfur dioxide (SO2)

Gas is not clear this is the colored part of the air pollution, measure up to 18%. Gas aroma sting and this is very dangerous to humans. Because the amount of SO2 oxidation H2S is 80%, the remaining 20% is the result ulah more human, that is, the result of fuel containing sulfur (S), refinery and volcanic eruptions. 20% of the S02 is a 16% is due to burning oxygen-containing substances such as sulfur oil and coal. This is membayakan health in cities that can be crippling and respiratory damage.

S02, if the act contains a fog of water vapor will form acid sulphate (H2SO4). Acid in the cloud that will go down to the ground and will cause havoc for the plants, animals, and people. H2S03 compound H2SO4 and also attack any metal surface. Including the railway, until the fence kenderaan page, ann even damage the stones, worn, and even granite. Sulfur dioxide (SO2) causes the color change of goods and going brittle. goods of plastic, rubber, paper, and so forth.

3. Carbon monoxide (CO)

Carbon monoxide made because people do not burn gasoline in perfect vehicle. in industry, power, heating home. combustion in agriculture, and so gas is not color or smell, but very dangerous. 10 CPM measure CO da1am air can cause human illness similar to the influence of CO influence of lack of oxygen. Hemoglobin which is carrying oxygen from the air seems more attracted to CO. hemoglobin with a chemical bond with a stronger bond with the oxygen from. Karboksihemoglobin molecule is very dangerous for several hours and can no longer bind oxygen that the body needed. CO suck gas out of the car exhaust in a closed garage space has caused many deaths.

4. Karbondioksida (CO2) Carbon dioxide (CO2)

combustion of fossil fuel improve CO2 concentration on earth. Exceeded the natural level, so even though not toxic, like CO2, but CO can result in earth's temperature increase. Burning fossil materials such as coal and oil to give a lot of CO2 into the air. On the green forests and the environment is reduced due to development and road building. The ability of photosynthesis to reduce CO2 dry air will decrease. Consequently cycle (cycle) will be subject to carbon. At this time only 50% of CO2 that can be issued by diabsorsi sea. There were hoarding CO2 in the air at speeds of 60 million tons per year. CO2 mengabsorpsi energy in the infra red. So much energy is thermal diabsorpsi should return to space from earth. That is the temperature rise. The increase in temperature will melt ice at the poles. Surface sea water will rise and many of the beach will be lost. That is called the influence of CO2 greenhouse gases. The remaining forest will have effect to the air condition in the future Increasing the number of CO2 will encourage faster growth of the plant, which will increase the process of photosynthesis to reduce the amount of CO2 in the air.

5. Nitrogen oxide (NO, N2O, NO2)

Nitrogen is very important role in the cycle for the balance of natural elements. Approximately 78% of air and nitrogen is 20% volume oxygen. Nitrogen oxide is a impurer About 10% each year impurer air is nitrogen oxide. There eight possible results of the reaction when nitrogen reacts with oxygen, which is quite a lot is NO, N20, and NO2. impure cause the air is just NO and NO2.

amount at most of the third oxide is. Gas is not colored, does not react with ozone, oxygen, and hydrocarbons in the air. Concentration of N20 derived from natural sources. NO is in the air has not been long known. NO more in the form of combustion engine. This substance and the further oxidation by oxygen or ozone, slow or fast, will produce NO2.

NO2 is a toxic gas, brown-red, sour smell like nitrate. The formation of nitrogen oxide occurred in coal combustion, petroleum, natural gas, and industrial chemicals such as nitrate factory acid, acid sulphate, and so forth. NO and NO2 can be harmful to humans and the environment. NO has the ability to limit oxygen content in blood, as well as with CO. If NO2 met with moisture in the air or in the human body will soon HNO3 is very harmful to the body, because that is the NO2 will feel jikamengenai acute eye, nose, breathe in the channel, and the heart. High concentrations can cause death. NO2 will also damage the goods because the metal will rust. NO2 can mengabsorpsi ultraviolet rays from the sun and react denganhidrokarbon is in the air. NO2 so peristiwamemanasnya temperature also affect the earth or the so-called greenhouse gases.

6. Hydrocarbons

This compound contains only carbon and hydrogen elements. Air impurer form hydrocarbons produced in the process of industrial organic solvent evaporation, and burning trash. Hydrocarbons play a role in smoke fog (smog) and photo chemicals cause cancer. Benzopirena compound is a compound of hydrocarbons found in tobacco. Cigarette smoke contains benzopirena the heart that causes cancer. Population city suck benzopirena every day around 7 in the cigarette rod. Benzopirena is there in the air most due to burning coal. About 10% out of the exhaust kenderaan, a little out of pitch or asphalt jalan. the air there is at least five, Compound other hydrocarbons that can cause heart cancer.

7. Ozone (O3)

Ozone gas is clear blue, and there is a sharp smell in the air layer above. At an altitude of 25 km above the earth to reach the maximum. Ozone is due to take-off electricity in the air. Most of the ozone formed in the air at the height of the earth far from the action because the ultraviolet rays to oxygen. Atmosphere of this area is called the ozone layer that is protective of living creatures on earth. This layer mengabsorpsi almost all ultraviolet rays from the sun. If this little ultraviolet energy to the earth and on our skin, we akanterasa burned. If we see the sun then we obstructed the ozone layer this is the living creatures on earth safely.

If we mengemisikan nitrogen oxide (NO and NO2) to the air, the ozone production of many fish dilapisan going down from the air. Ozone in this case will cause air pollution, which result in:

Ozone as a strong pengoksid react with various substances and toxic for living beings. If concentration small will cause pain in your chest, coughing, and inflammation in the eye. Damage to the plant, such as wine, sugar beet, and tobacco. Can damage the textile and rubber materials.

8. Chloro-fluoro-carbon (CFC)

Initially ozone in the upper layer of air is very beneficial for the living creatures in the earth's surface, as described above. But happening in the ozone layer depletion stratosfer (10 to 15 km in the earth ataspermukaan) cause the ultraviolet rays into the earth in a number of threatening life on earth. According to experts, this dilution because the compound and continue berlebiban-chloro-fluoro carbon (CFC), which is widely used as:

- Cooling of the engine room King (AC)

- Materials developers in making rubber

- Cleaning materials in the electronics industry

- Splasher material on perfume, hair oil, and other.

Investigation even prove CFC also contributed to the occurrence of 15% greenhouse gases besides carbon dioxide gas (CO2) metana (CH4) and nitrogenokdida (NO and NO2. Greenhouse gases that create the atmosphere causing the temperature rise cairnya in polar ice to cause the increase in surface sea water. Therefore, without a rescue effort, with the estimated temperature increase of the earth then some city di the beach in the world will stagnate.

9. Reciprocal (Pb)

In the atmosphere in city aerosol is a reciprocal impure aerosols that have been known. impure is generated by burning coal, factories, pesticide spraying, burning trash, and burning gasoline. To get gasoline with high octane, gasoline, given the mother compound reciprocal and reciprocal Tetra Tetra ethyl metil. Reciprocal and senyawanya affect the central nerve system. The characteristics of the proportionate loss of appetite is a headache, headache, anemia, difficulty sleeping, weakness, and abortion. Toxication is the reciprocal of acute comatose and die.

10. Fluoride and asbestos

Fluorida compound is toxic in large amounts when the air in the form of gas or solid. Fluorida brought on the industry mengerjakann aluminum, steel, fertilizer posfat, glassworks, pottery, and also burn coal.

At the concentration of 0001 CPM compound that easily evaporate fluorida already dangerous environment. Plants that suffer because fluoride compound that will produce fruit small and the delay in harvest. Asbestos is used for household needs. Asbestos in a senyawamagnesium of hydrate. Asbestos used for roof tiles, electrical insulator, vehicle brake, and so forth. Asbestos is involved in respiration will gather in the lungs and cause a disturbance, until the tumor and cancer. There have been forbidden to use asbestos because asbestos house development that has started frail elderly and endanger health.

Pohon Nyamplung, Sumber Energi Alternatif Baru

Liputan6.com, Jakarta: Tanaman Nyamplung kini menjadi pilihan utama dalam gerakan penghijauan. Di Sampang, Madura, Jawa Timur, selain dikampanyekan untuk penghijauan, tanaman ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yakni dengan mengolah bijinya untuk dijadikan bahan bakar minyak (BBM) atau bio diesel.

Bagi masyarakat Kecamatan Camplong, Sampang, tanaman Calophyllum Inophyllum yang lebih dikenal sebagai Bintangur atau Nyamplung ini sebenarnya sudah tidak asing lagi. Karena dulunya wilayah ini dikenal sebagai hutan kawasan Nyamplung. Namun sayangnya warga sendiri tidak menjaga sehingga jumlahnya di wilayah ini tinggal beberapa pohon saja. Dalam gerakan penghijauan 32 ribu hektare lahan kritis di Sampang, pohon Nyamplung menjadi pilihan di samping Jati dan Mahoni. Pemerintah berharap, masyarakat nantinya juga bisa mengambil manfaat ekonomi dari tanaman tersebut.

Menurut penelitian Departemen Kehutanan, pengolahan biji Nyamplung sebagai BBM lebih efektif dibanding biji Jarak yang dulu juga pernah dikampanyekan sebagai sumber energi alternatif. Nyamplung memiliki beberapa keunggulan, yaitu hasilnya dua kali lipat lebih banyak, kualitas minyak lebih bagus, serta budidaya yang lebih mudah. Meski hingga kini belum ada pengolahan Nyamplung dalam skala besar, pemerintah optimistis tanaman ini bisa menjadi salah satu unggulan pengganti BBM di masa depan.(TES/Teguh Dwi Hartono)

Kurangi Dampak Global Warming, Katakan Tidak Untuk Tas Plastik

Kantongan Plastik, Pencemaran Tanah, Pencegahan Global Warming

Setiap kita berbelanja di supermarket atau di pasar, kita selalu diberi tas plastik untuk membawa seluruh barang belanjaan kita. Sayangnya tas plastik ini biasanya akan dibuang percuma ke bak sampah. Sampai saat ini untuk mendaur ulang bahan-bahan dari plastik yang biasanya terbuat dari polyethyene membutuhkan waktu sekitar 1000 tahun untuk diuraikan di dalam tanah dan mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Di Amerika Serikat, setiap tahunnya ada 500 milyar tas plastik beredar dan hanya kurang lebih 3% dari tas plastik itu yang dapat didaur ulang.

Ada usaha yang bisa kita lakukan agar mengurangi penggunaan tas plastik yang biasanya kita buang secara percuma. Salah satu contohnya adalah menggunakan tas dari bahan kain atau dari bahan yang dapat didaurulang dengan mudah. Langkah lain adalah jika kita membeli barang di supermarket atau di toko, kita tidak perlu minta dibungkus dengan tas plastik. Lebih baik kita menyediakan tas untuk membawa barang belanjaan kita tanpa harus menggunakan tas plastik.

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Organisasi pecinta lingkungan (FOEI dan WALHI)

a. Kampanye Perubahan Iklim

Kampanye perubahan iklim bertujuan untuk mengurangi aktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global. FOEI juga menawarkan hukum iklim dengan mengurangi emisi karena industri dunia dengan latar belakang untuk mengurangi perubahan iklim akibat pemanasan global.

b. Kampanye Karja Sama

Kampanye kerja sama berisi tentang bujukan agar penduduk bumi lebih memilih sistem ekonomi lokal yang sesuai dengan lingkungannya dan menentang kerjasama ekonomi yang merugikan.

c. Kampanye Hutan

Kampanye hutan bertujuan untuk mengurangi penebangan hutan dan konversi hutan menjadi lahan pertanian. FOEI menganjurkan agar komunitas lokal hutan turut mengontrol hutan masing-masing.


WALHI (Wahana Lingkungan Hidup)

WALHI dibentuk oleh sekelompok tokoh nasional yang peduli lingkungan sehingga WALHI merupakan organisasi swadaya. Tokoh-tokoh pendirinya antara lain Emil Salim, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Tjokropanolo, dan Erna Witoelar. Mereka menginginkan agar tanggung jawab menjaga lingkungan hidup menjadi gerakan dalam masyarakat. Diharapkan dengan wadah ini masyarakat serius mengenali persoalan lisngkungan hidup serta menemukan solusi memecahkan permasalahanya. Dengan tujuan tersebut, pada tanggal 15 Oktober 1980 terbentuklah WALHI (Wahana Lingkungan Hidup). J

Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh WALHI, antara lain agenda rutin yaitu kampanye di berbagai lingkungan.

1. Kampanye tentang Air

2. Kampanye Hutan

3. Kampanye Energi

4. Kampanye Pencemaran

5. Kampanye Pengelolaan Bencana

6. Kampanye Pesisir dan Laut


GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Bike To Work 2

Cycling, Air pollution, Global Warming Prevention

There an interesting story that I can from a mailing list. At the time NASA began sending astronauts to space, they find a pen that they can not work in zero gravity, because the pen ink can not flow to the pen. To solve this problem, they spent a decade and 12 million dollars. They menggembangkan a pen that can work in conditions such as zero gravity, upside down, in water, in a variety of surfaces including crystal and in the degree temperatures ranging from below freezing point to more than 300 degrees Celsius. On the Russian people do not bother removing the millions of dollars to fund research on pen used in space, such as the United States. They only use pencil. :O : O


Often when we terkecoh face a problem, and although solve problem, but solutions are not a solution that is efficient and even complex. Therefore, we need to find a simple solution to the KISS method (Keep It Simple Stupid).

Similarly we find a solution to solve the issue with how the energy crisis and get renewable energy. There solutions that are far more simple to overcome the pollution caused by fossil fuels, namely change fashion life that we always use a motor vehicle or a car each we leave work or to school with cycling. In addition to exercise and make healthy body, a cycling event is carbon neutral, or remove the carbon with the zero point. :d We do not need to hard-difficult search for renewable energy that may be very difficult to obtain and requires research that takes a very large cost. To manage this renewable energy such as corn, sugar cane, alga, atu distance also requires long process and takes a long time to become ethanol. Not to mention the car companies must also produce cars that use biofuel or bio-diesel, so vehicles that are still using fossil fuels will not be useful anymore.

Movement at this time Bike to Work is to be fashion new life for executives in the Jakarta. Bike to Work Movement is a group of fans began bicycle MTB (mountain bike) in Jakarta who have the spirit, ideas and expectations realize clean air, especially in urban areas Jakarta, Was born the Community Cycling Union (Community bike to work). This community wishes to promote use of bicycles as an alternative mode of transportation, especially to the work (bike-to-work). Since 6 August 2004, they have a routine every week campaign to date with the distribution of a pamphlet of information (news Flyer), There is now some branch Bike to Work in several city large in Java, Sumatra, Kalimantan, and Sulawesi .

They establish the purpose of this community is they want to ride a bicycle safely and comfortably no longer a mere dream, so many people who want to use as a means of bicycle transportation and prevent pollution, save fuel, reduce the number of traffic congestion, and make healthy body and a shape in beraktifitas. Traffic jam so the panang in big cities are really not economical and is a waste of energy, a waste gas ruah glass is useless, and often lead to prolonged stress to everyone that stuck in it. Usually they will ride a bicycle to the train station or the nearest bus stop. After that they park our cycle in the bus stop and ride to the office. Or if the distance from home to office is relatively close, they tend to use bicycles rather than cars or motorcycles.

Unfortunately, the movement Bike to Work is not supported by adequate infrastructure :L cycling facilities such as adequate, namely the bicycle parking lot, the bathroom facilities are quite common, and the special provided for a bicycle rider on the road in big cities. They were forced to participate jostle with cars and buses that take a lot of places and not comfortable. Moreover, the level of safety for the cyclist is still very poor and often has an accident on the road because the car driver or motorcycle rider is less respect for this bike. Sometimes users are also less equipped bicycle equipment such as helmets, lights front and back, mask, and gloves, so often dangerous life.

Therefore, the movement Bike to Work this can be achieved when government, the office, the public facilities, and communities have committed together :D to provide the infrastructure and cycling routes from home to office with a secure and comfortable. If not, then the positive efforts that have been made this will be many obstacles that are very heavy.

Dadang Rusbiantoro

Global Warming ONLINE | http://www.mcarmand.co.cc

Isi Protokol Kyoto

Pengertian Protokol Ktoto, Tujuan Protokol Kyoto, Penurunan Emisi

Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan adalah, jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi pada tahun 2010 tanpa Protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca – karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC – yang dihitung sebagai rata-rataselama masa lima tahun antara 2008-12. Target nasional berkiasar dari pengurangan 6% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia.(Sumber Wikipedia)

Target penurunan emisi dikenal dengan nama quantified emission limitation and reducation commitment (QELROs) merupakan pokok permasalahan dalam seluruh urusan Protokol Kyoto dengan memiliki implikasi serta mengikat secara hukum, adanya periode komitmen, digunakannya rosot (sink) untuk mencapai target, adanya jatah emisi setiap pihak di Annex I, dan dimasukannya enam jenis gas rumah kaca seperti CO2, CH4, N2O, HFC, PFC dan SF6 (basket of gases) dan disertakan dengan CO2.

Protokol Kyoto adalah protokol kepada Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim atau yang dikenal sebagai UNFCCC. UNFCCC ini diadopsi pada Pertemuan Bumi di Rio de Jenerio pada 1992. Semua pihak dalam UNFCCC dapat menanda tangani atau meratifikasi Protokol Kyoto, sementara pihak luar tidak diperbolehkan. Protokol Kyoto diadopsi pada sesi ketiga Konferensi Pihak Konvensi UNFCCC pada 1997 di Kyoto, Jepang.

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

English GermanItalian French
chose your language

Head Line

Info - Global Warming .com

Info - GlobalWarming.org

Info - Greenpeace.org

News - Sains KOMPAS.com

News - GreenRadio.fm