Tampilkan postingan dengan label Pencegahan Global Warming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencegahan Global Warming. Tampilkan semua postingan

Jadilah Pelopor Lingkungan, Kurangi Dampak Global Warming

Jika dalam keadaan terpojok dan bahaya , semua orang bisa menjadi pahlawan. Yang dibutuhkan bukan keperkasaan dan kekuatan, tapi hanyalah kemauan yang keras dan keberanian. Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu juga saat ini saat dunia sedang terancam oleh global warming dan perubahan iklim yang sangat cepat. untuk mencegahnya, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tapi kita bisa mulai dari diri kita. Biarpun apapun yang kita lakukan dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana, tapi nantinya akan bermakna dan mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan kita.



Salah satu contoh pelopor lingkungan hidup yang terkenal adalah Profesor Wangari Maathai  dari Kenya. Saat dia melihat perubahan vegetasi secara luas dan perubahan iklim yang tidak menentu, hilangnya hutan, dan tanah di Kenya yang menjadi tidak subur lagi, dia bersama perempuan lain membentuk kelompok lingkungan yang bernama Gerakan Sabuk Hijau dan mendorong masyarakat Kenya untuk menanam pohon. Saat ini sudah 40 juta pohon yang ditanam untuk mencegah erosi tanah dan memberikan kayu bakar untuk memasak, sehingga dia dianugerahi sebagai wanita pertama di Afrika yang menerima hadiah Nobel Perdamaian.





Tidak jauh berbeda dengan Profesor Wangari Maathai , Hammer Simwinga juga melihat bahwa di Taman Nasional Luangwa Zambia Utara terjadi banyak perburuan badak dan gajah untuk diambil gading, cula, dan dagingnya oleh penduduk desa yang tinggal di sekitar Taman Nasional tersebut. Hatinya tergerak untuk menyelamatkan gajah dan badak dari kepunahan dengan cara memberdayakan masyarakat desa yang tinggal di sekitar Taman Nasional Luangwa Zambia Utara. Dia mencoba memperkuat perekonomian masyarakat desa dengan mengajak memelihara ikan, beternak lebah, dan menanam bunga matahari, sehingga mereka tidak lagi berburu lagi. Organisasi yang dibentuknya dari tahun 1987 sampai sekarang sudah mampu meningkatkan 35.000 peserta dari 64 desa yang mendapatkan akses untuk memperoleh mikrokredit dan pelatihan, mengelola penggilingan dan memproses minyak bunga matahari, dan mengembangkan usaha menjahit dan perkayuan. Saat ini 86 % peserta dari organisasinya mampu makan tiga kali sehari dibanding dulu yang hanya 20 %.



Sebagai Gubernur Propinsi Papua, Barnabas Suebu menghadapi persoalan yang sangat pelik dengan begitu banyaknya pembalakan hutan dan illegal logging. "Kita harus menyelamatkan hutan sebelum terlambat. Jika kita melakukannya, kita dapat membantu menyelamatkan planet dan mengurangi kemiskinan pada saat yang sama," katanya. Oleh karena itu, sejak menjadi gubernur di tahun 2006 dia tidak lagi memberikan ijin baru kepada pengusaha HPH untuk melakukan eksploitasi hutan di bumi Papua. Dia melarang ekspor kayu gelondongan dan nantinya perusahaan kayu di Papua diwajibkan memiliki pabrik pengolahan kayu sendiri. Misalnya saja kayu merbau dari Papua yang diseludupkan ke Cina hanya dijual US$ 10 atau Rp 90.000 per meter kubik, tapi sesampainya di Cina harganya bisa melambung tinggi dan dijual sampai US$ 1500 atau 13,5 juta per meter kubik. Dari fakta seperti ini menunjukan bahwa para penyeludup kayu ilegal sangat diuntungkan dengan perdagangan kayu merbau. Oleh kaena itu, dia mulai melakukan perdagangan karbon untuk menyelamatkan hutan Papua yang diperkirakan sekitar 31 juta hektar. Suebu juga melakukan perdagangan dengan Carbon Conservation dan Chicago Climate Exchange untuk mendapatkan pendapatan lebih daripada menjual kayu dari hasil penebangan hutan, sehingga dapat mencegah deforestasi dan melakukan reforestasi di daerah yang kondisinya cukup kritis.



Sebagai seorang ahli kimia, Abdul Hassam melakukan penelitian bertahun-tahun untuk menyelamatkan lingkungannya di Kushita Bangladesh dari pencemaran arsenik di dalam air tanah. Pencemaran arsenik ini sangat berbahaya karena tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, tapi menyebabkan sakit, kerusakan syaraf, kanker, dan kematian. Dia mampu menemukan alat sederhana untuk menyaring arsenik ini alatnya hanya menggunakan campuran besi bersama dengan pasir sungai, arang, dan pecahan batubata yang basah. Alat yang dinamakan penyaring Sono ini mampu menghilangkan 98% arsenik di dalam air, sehingga diperkirakan alat ini mampu menyelamatkan sekitar 137 juta orang di seluruh dunia.




Shi Zhenrong adalah seorang tehnisi lulusan Universitas New South Wales dari China yang mencoba melakukan pengambangan tehnologi tenaga matahari di propnsi Wuxi setelah mendapat dukungan dana $6 juta dari pemerintah setempat. sejak saat itu penjualan teknologi tenaga matahari berkembang sangat pesat dan di tahun 2005 perusahaan Shi yang bernama Suntech Power berhasil menjadi perusahaan pertama di China yang terdaftar di perdagangan saham New York. Saat ini Shi menjadi milyader dan salah satu orang terkaya di China. Usahanya ini mampu menggantikan dari ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil menuju pada energi terbarukan.




Tidak jauh berbeda dengan Shi Zhengrong, Tulsi Tanti sebagai pengusaha tekstil di India melihat bahwa negaranya mulai mengkonsumsi energi seperti Amerika dan membengkaknya biaya listrik di pabrik tekstilnya, sehingga memaksanya membeli dua turbin angin untuk mencukupi kebutuhan listriknya sehari-hari. sejak tahun 2001 dia mulai tergerak oleh ramalan pemanasan global dan Maladewa yang merupakan tempat liburan favoritnya di tahun 2050 akan tenggelam oleh air laut, lalu dia menjual pabrik tekstilnya dan membuka usaha baru dengan memproduksi pembangkit tenaga angin. Saat ini perusahaannya yang bernama Suzlon menjadi perusahaan penghasil tenaga angin keempat terbesar di dunia.




Dengan meniru tokoh-tokoh seperti Profesor Wangari Maathai, Hammer Simwinga, Barnabas Suebu, Abul Hussam, Shi Zhengrong, dan Tulsi Tanti, kita pasti mampu memberdayakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, memperlambat efek pemanasan global dan perubahan iklim yang sangat cepat, menciptakan perdamaian, menjaga lingkungan hidup, dan mencegah kerusakan hutan pada saat yang sama. Semuanya mulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di sekitar kita dan mampu menyebar luas ke seluruh orang yang ada di lingkungan kita sebelum mempunyai dampak yang luas dan kadang tidak penah kita duga sama sekali. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang menjadi pelopor lingkungan hidup di sekitar tempat tinggal anda! > > >
Dadang Rusbiantoro

Bayarlah Rekening Listrik Secara Online, Kurangi Dampak Global Warming

Setiap bulan kita mempunyai kewajiban membayar tagihan listrik, air, telpon, dan beberapa macam tagihan yang lainnya. Untuk menghemat energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca, ada salah satu cara yang paling sederhana untuk melakukannya, yaitu membayar tagihan secara online. Dengan cara ini, kita mengurangi kertas yang dikirim oleh bank atau kantor, serta mengurangi konsumsi bahan bakar oleh truk, mobil, dan pesawat terbang yang membawa kertas cek atau rekening. Setiap tahun di Amerika dapat mengurangi 1,9 juta ton emisi gas rumah kaca setiap tahun hanya dengan membayar rekening secara online. ?

Selain itu, jika kita membeli barang di supermarket atau toko, kita tidak perlu meminta kwitansi kepada kasir jika kita tidak benar-benar membutuhkannya. Dengan cara seperti ini, kita lebih menghemat kertas yang dihabiskan setiap harinya dalam transaksi bisnis.

Selain kwitansi, cek, atau rekening, tisu toilet juga sangat berpengaruh terhadap pemanasan global. Setiap tahunnya diproduksi jutaan ton tisu toilet untuk kebutuhan kita sehari-hari. Bahan tisu toilet sendiri adalah dari bubur kertas yang dihasilkan oleh kayu akasia dan eucalyptus. Bubur kertas ini telah berperan besar dalam membabat habis hutan tropis untuk digantikan menjadi kebun kayu akasia dan eucalyptus. Dampaknya bukan saja menghilangkan keanekaragaman hayati, tap juga menimbulkan efek pemanasan global. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita harus mencoba mengurangi penggunaan tisu toilet dan berhematlah dalam pemakaiannya.
Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE | http://mcarmand.blogspot.com

listrik, Rekening Listrik Online, Pencegahan Global Warming

Kurangi Dampak Global Warming,Bukalah Jendela

Untuk mengurangi pemakaian AC yang boros energi dan mengeluarkan emisi gas rumah kaca yang besar, salah satu solusi sederhana adalah bukalah jendela.
Kita tidak perlu ruangan yang begitu dingin untuk bekerja, yang penting adalah udara di kantor yang sejuk. Maka kita tidak perlu menyalakan AC.
Cukup dengan buka jendela lebar-lebar. Solusi lainnya adalah gunakan kipas angin yang lebih sedikit mengeluarkan gas rumah kaca atau merancang bangunan rumah dan kantor dengan menggunakan banyak ventilasi, sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk secara alami. Dadang Rusbiantoro

Sirkulasi Udara, Pengurangan CFC, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE | http://mcarmand.blogspot.com

ENERGI ALTERNATIF, kriteria dan berbagai jenis dan sumbernya

Seiring berjalannya waktu populasi manusia semakin bertambah sehingga kebutuhan akan energi pun semakin besar, namun ketersediaan akan energi terbatas. Salah satu contoh yaitu kini ketersediaan minyak bumi di alam kian menipis. Menyadari hal-hal tersebut ilmuwan-ilmuwan di berbagai negara berlomba-lomba untuk menemukan energi alternatif maupun teknologi-teknologi yang hemat dan ramah lingkungan.

Energi Alternatif
tidak lain adalah sumber-sumber energi pengganti sumber energi yang telah menipis ketersediaannya di alam. Contohnya minyak bumi yang volumenya kian menipis. Energi-energi alternatif yang diinginkan yaitu energi alternatif yang memenuhi kritria:
- Dapat digunakan berulang kali

- Ketersediaannya melimpah di alam

- Proses pembuatannya tidak merusak alam

- Tidak berbahaya, aman, dan tidak menimbulkan berbagai penyakit

- Tidak menyisakan limbah atau limbah cair ataupun gasnya tidak merusak alam (ramah lingkungan)



Menjawab fenomena global warming saat ini, energi-energi alternatif yang sangat dibutuhkan yaitu energi alternatif yang memenuhi kriteria tersebut. Namun untuk menemukan energi alternatif yang memenuhi semua kriteria tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan penelitian dan proses yang memakan waktu.
Penelitian dan pengembangan teknologi ramah lingkungan terus diupayakan oleh berbagai negara di dunia, dan kini telah menghasilkan beberapa penemuan energi alternatif. Energi alternatif tersebut terbagi menjadi 2 kategori, kategori energi alternatif pengganti minyak bumi dan kategori sumber listrik alternatif.

A. Energi alternatif pengganti minyak bumi

Energi alternatif pengganti minyak bumi antara lain,
- Elpiji

- Biomassa

- Biofuel

- Biogas

- Biodiesel

- Bioetanol

- Metanol

- Hidrofuel
- Campuran Spiritus

- dan sebagainya


Kini energi-energi alternatif ada yang bersumber dari air laut, air murni, bunga matahari, gula, minyak jelatah,
sampah, kotoran ternak, kompos, Eceng gondok, alkohol, biji jarak,Bonggol jagung, kelapa sawit, dan lain-lain

B. Pembangkit listrik alternatif

Pembangkit listrik alternatif antara lain,

- Panel Surya
- Pembangkit Tenaga Gelombang Laut

- Pembangkit Hidrogen

- Pembangkit Tenaga Nuklir

- dan sebagainya


Penemuan-penemuan tersebutlah yang mulai akan digunakan sebagai alternatif saat ini oleh negara-negara pengembang teknologi maupun negara-negara konsumen dan dapat dipastikan akan menjadi energi dan sumber energi utama di masa depan.
M. Armand Zurhaar

Inventions, Energi Alternatif, Pencegahan Global Warming

http://mcarmand.blogspot.com

Kurangi Dampak Global Warming, Bekerja Dekat Dengan Rumah

Banyak penduduk di kota-kota besar harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk sampai ke kantor atau tempat mereka bekerja. Kadang mereka harus bangun pagi-pagi untuk menghindari kemacetan di jalan. Perjalanan yang jauh dan melelahkan ini benar-benar memboroskan energi, waktu, uang, dan tenaga. :O Bagaimana jika kita mengubah agar tempat kita bekerja atau kantor lebih dekat dengan rumah kita?

Salah satu contoh perusahaan yang melakukan metode ini adalah Gene Mullins di Amerika. Sebagai perusahaan software, Gene Mullins menciptakan program yang membantu perusahaan mengatasi waktu yang dihabiskan karyawannya dengan menyesuaikan diri mereka untuk bekerja dekat dengan rumah.
Gene Mullins meneliti perusahaan seperti Starbuck, Key Bank, Boeing, dan Pemadam Kebakaran di Seattle. Dengan menggunakan program Mullins, kantor cabang Key Bank berusaha mengubah sampai 69% pekerja. Sampai saat ini hanya ada 20% karyawan yang tinggal paling dekat dengan kantornya. Dadang Rusbiantoro


Tempat Kerja, Solusi Kemacetan, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE | http://mcarmand.blogspot.com

12 Tips Menyelamatkan Alam


1. Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

Biasakanlah memilah-milah sampah anorganik dan organik di mana saja untuk memudahkan pengelolaan sampah tersebut. :D
2. Kurangi penggunaan bahan anorganik.
Biasakanlah bawa kantong belanja sendiri, kurangi beli barang dalam satuan kecil contohnya sachet sampo, detergen, dan lain-lain.
3. Dukunglah petani lokal
Dengan membeli buah-buahan, sayur-sayuran, daging, dan susu dari petani lokal yang dekat dari rumah kita, maka kita menghemat bahan bakar dari truk yang membawa produk pertanian itu samapai ke rumah kita.
4. Hemat dalam penggunaan kertas.
Biasakanlah menggunakan kertas di kedua sisi.
5. Hemat dalam penggunaan air dan BBM.
Bahan bakar minyak suatu saat akan habis dari bumi ini dan sejauh ini pengembangan sumber energi alternatif masih dalam taraf percobaan.
6. Hemat dalam penggunaan listrik.
Biasakanlah meminimalkan penggunaan listrik dari jam 5 sore sampai 10 malam, karena itu waktu beban penggunaan listrik. Sebagian besar energi listrik di Indonesia diperoleh dari BBM, jadi hemat listrik = hemat BBM
7. Jadilah pelopor lingkungan.
Dunia sedang terancam oleh pemanasan global dan perubahan iklim yang sangat cepat. Untuk mencegahnya, kita tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tapi kita bisa mulai dari diri kita.
8. Bergabunglah dengan organisasi lingkungan.
Bargabunglah dalam organisasi lingkungan pasti menyenangkan. Anda bisa menyelamatkan dunia.
9. Jangan memelihara, memburu, atau mengonsumsi hewan langka.
Punahnya satu spesies akan memiliki pengaruh berantai yang akhirnya dapat memutuskan siklus kehidupan dan memberikan dampak serius pada keseluruhan ekosistem. :v
10. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di selokan dan sungai.
Biasakanlah hidup teratur. Buang sampah di sembarang tempat pada akhirnya akan mengalir ke selokan, selanjutnya ke sungai dan berakhir di laut. Laut bukan tempat buang sampah. Anda sudah mengetahui dampaknya bukan?
11. Jangan memilih kendaraan yang boros dan tidak ramah lingkungan.
Biasakanlah bersepeda atau berjalan kaki jika jarak ke tempat tujuan kurang dari 1 Kilometer.
12. Masing-masing dari kita memelihara setidaknya satu pohon.
Kita bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, sebaliknya pohon dalam fotosintesis menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Biar impas minimal kita tanam dan rawat satu pohon.

Pohon Nyamplung, Sumber Energi Alternatif Baru

Liputan6.com, Jakarta: Tanaman Nyamplung kini menjadi pilihan utama dalam gerakan penghijauan. Di Sampang, Madura, Jawa Timur, selain dikampanyekan untuk penghijauan, tanaman ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yakni dengan mengolah bijinya untuk dijadikan bahan bakar minyak (BBM) atau bio diesel.

Bagi masyarakat Kecamatan Camplong, Sampang, tanaman Calophyllum Inophyllum yang lebih dikenal sebagai Bintangur atau Nyamplung ini sebenarnya sudah tidak asing lagi. Karena dulunya wilayah ini dikenal sebagai hutan kawasan Nyamplung. Namun sayangnya warga sendiri tidak menjaga sehingga jumlahnya di wilayah ini tinggal beberapa pohon saja. Dalam gerakan penghijauan 32 ribu hektare lahan kritis di Sampang, pohon Nyamplung menjadi pilihan di samping Jati dan Mahoni. Pemerintah berharap, masyarakat nantinya juga bisa mengambil manfaat ekonomi dari tanaman tersebut.

Menurut penelitian Departemen Kehutanan, pengolahan biji Nyamplung sebagai BBM lebih efektif dibanding biji Jarak yang dulu juga pernah dikampanyekan sebagai sumber energi alternatif. Nyamplung memiliki beberapa keunggulan, yaitu hasilnya dua kali lipat lebih banyak, kualitas minyak lebih bagus, serta budidaya yang lebih mudah. Meski hingga kini belum ada pengolahan Nyamplung dalam skala besar, pemerintah optimistis tanaman ini bisa menjadi salah satu unggulan pengganti BBM di masa depan.(TES/Teguh Dwi Hartono)

Kurangi Dampak Global Warming, Katakan Tidak Untuk Tas Plastik

Kantongan Plastik, Pencemaran Tanah, Pencegahan Global Warming

Setiap kita berbelanja di supermarket atau di pasar, kita selalu diberi tas plastik untuk membawa seluruh barang belanjaan kita. Sayangnya tas plastik ini biasanya akan dibuang percuma ke bak sampah. Sampai saat ini untuk mendaur ulang bahan-bahan dari plastik yang biasanya terbuat dari polyethyene membutuhkan waktu sekitar 1000 tahun untuk diuraikan di dalam tanah dan mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Di Amerika Serikat, setiap tahunnya ada 500 milyar tas plastik beredar dan hanya kurang lebih 3% dari tas plastik itu yang dapat didaur ulang.

Ada usaha yang bisa kita lakukan agar mengurangi penggunaan tas plastik yang biasanya kita buang secara percuma. Salah satu contohnya adalah menggunakan tas dari bahan kain atau dari bahan yang dapat didaurulang dengan mudah. Langkah lain adalah jika kita membeli barang di supermarket atau di toko, kita tidak perlu minta dibungkus dengan tas plastik. Lebih baik kita menyediakan tas untuk membawa barang belanjaan kita tanpa harus menggunakan tas plastik.

Dadang Rusbiantoro

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Bike To Work 2

Cycling, Air pollution, Global Warming Prevention

There an interesting story that I can from a mailing list. At the time NASA began sending astronauts to space, they find a pen that they can not work in zero gravity, because the pen ink can not flow to the pen. To solve this problem, they spent a decade and 12 million dollars. They menggembangkan a pen that can work in conditions such as zero gravity, upside down, in water, in a variety of surfaces including crystal and in the degree temperatures ranging from below freezing point to more than 300 degrees Celsius. On the Russian people do not bother removing the millions of dollars to fund research on pen used in space, such as the United States. They only use pencil. :O : O


Often when we terkecoh face a problem, and although solve problem, but solutions are not a solution that is efficient and even complex. Therefore, we need to find a simple solution to the KISS method (Keep It Simple Stupid).

Similarly we find a solution to solve the issue with how the energy crisis and get renewable energy. There solutions that are far more simple to overcome the pollution caused by fossil fuels, namely change fashion life that we always use a motor vehicle or a car each we leave work or to school with cycling. In addition to exercise and make healthy body, a cycling event is carbon neutral, or remove the carbon with the zero point. :d We do not need to hard-difficult search for renewable energy that may be very difficult to obtain and requires research that takes a very large cost. To manage this renewable energy such as corn, sugar cane, alga, atu distance also requires long process and takes a long time to become ethanol. Not to mention the car companies must also produce cars that use biofuel or bio-diesel, so vehicles that are still using fossil fuels will not be useful anymore.

Movement at this time Bike to Work is to be fashion new life for executives in the Jakarta. Bike to Work Movement is a group of fans began bicycle MTB (mountain bike) in Jakarta who have the spirit, ideas and expectations realize clean air, especially in urban areas Jakarta, Was born the Community Cycling Union (Community bike to work). This community wishes to promote use of bicycles as an alternative mode of transportation, especially to the work (bike-to-work). Since 6 August 2004, they have a routine every week campaign to date with the distribution of a pamphlet of information (news Flyer), There is now some branch Bike to Work in several city large in Java, Sumatra, Kalimantan, and Sulawesi .

They establish the purpose of this community is they want to ride a bicycle safely and comfortably no longer a mere dream, so many people who want to use as a means of bicycle transportation and prevent pollution, save fuel, reduce the number of traffic congestion, and make healthy body and a shape in beraktifitas. Traffic jam so the panang in big cities are really not economical and is a waste of energy, a waste gas ruah glass is useless, and often lead to prolonged stress to everyone that stuck in it. Usually they will ride a bicycle to the train station or the nearest bus stop. After that they park our cycle in the bus stop and ride to the office. Or if the distance from home to office is relatively close, they tend to use bicycles rather than cars or motorcycles.

Unfortunately, the movement Bike to Work is not supported by adequate infrastructure :L cycling facilities such as adequate, namely the bicycle parking lot, the bathroom facilities are quite common, and the special provided for a bicycle rider on the road in big cities. They were forced to participate jostle with cars and buses that take a lot of places and not comfortable. Moreover, the level of safety for the cyclist is still very poor and often has an accident on the road because the car driver or motorcycle rider is less respect for this bike. Sometimes users are also less equipped bicycle equipment such as helmets, lights front and back, mask, and gloves, so often dangerous life.

Therefore, the movement Bike to Work this can be achieved when government, the office, the public facilities, and communities have committed together :D to provide the infrastructure and cycling routes from home to office with a secure and comfortable. If not, then the positive efforts that have been made this will be many obstacles that are very heavy.

Dadang Rusbiantoro

Global Warming ONLINE | http://www.mcarmand.co.cc

Kurangi Dampak Global Warming, Gunakanlah Kendaraan Umum

Menyangkut | Kendaraan Umum, Polusi Udara, Pencegahan Global Warming

Masih banyak di antara kita yang di dalam satu keluarga mempunyai kendaraan sendiri-sendiri. jika berangkat bekerja atau sekolah, mereka akan menggunakan mobil dan kendaraan masing-masing yang pada akhirnya menciptakan pemborosan energi dan membuat kemacetan lalu lintas. Untuk mengurangi efek pembuangan emisi gas rumah kaca ini adalah menggunakan transportasi umum seperti bis, angkot, subway, atau trem untuk perjalanan di dalam kota. Di Amerika Serikat, transportasi umum mampu menghemat kira-kira 5,3 milyar liter gas dalam setahunnya atau 1,4 juta ton karbondioksida.

Sayang saat ini transportasi umum di Indonesia dirasakan kurang nyaman. Banyak faktor yang menyebabkan orang enggan menggunakan tranportasi umum karena dipandang kurang aman dengan banyaknya copet berkeliaran, berdesak-desakan, dan sering terjadi kecelakaan karena keteledoran sopirnya yang suka sembrono dan sering melakukan aksi kebut-kebutan dengan bis lain. Selain itu, jika kita menggunakan transportasi umum, maka kita dituntut untuk harus berpindah-pindah kendaraan untuk sampai ke tempat kerja dan memakan biaya yang lebih mahal daripada menggunakan kendaraan sendiri. Jika ada transportasi satu jalur ke tempat kerja kita, maka orang akan cenderung beralih ke transportasi umum.

Dadang Rusbiantoro

Kurangi Dampak Global Warming, Bike To Work

>>English Version http://mcarmand.blogspot.com/2009/03/bike-to-work.html

Ada sebuah kisah menarik yang saya dapat dari sebuah milis. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka menggembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Sebaliknya orang Rusia tidak bersusah payah mengeluarkan dana jutaan dolar untuk melakukan riset tentang bulpen yang digunakan di luar angkasa seperti orang Amerika. Mereka hanya menggunakan pensil!.

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahannya yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah rumit. Oleh karena itu, kita perlu mencari solusi yang sederhana dengan metode KISS (Keep It Simple Stupid).

Begitu juga kita mencari solusi untuk memecahkan maslah bagaimana mengatasi krisis energi dan mendapatkan energi terbarukan. Ada solusi yang jauh lebih sederhana untuk mengatasi polusi yang ditimbulkan oleh bahan bakar fosil ini, yaitu mengubah gaya hidup kita yang selalu memakai kendaraan bermotor atau mobil setiap kita berangkat kerja atau ke sekolah dengan bersepeda. Selain berolahraga dan menyehatkan tubuh, bersepeda adalah aktivitas yang mengeluarkan karbon netral atau menghasilkan karbon dengan titik nol. Kita tidak perlu susah-susah mencari energi terbarukan yang mungkin sangat susah untuk diperoleh dan membutuhkan penelitian yang memakan biaya yang sangat besar. Untuk mengolah energi terbarukan ini seperti jagung, tebu, alga, atu jarak juga membutuhkan proses panjang dan memakan waktu lama untuk menjadi etanol. Belum lagi perusahaan mobil juga harus memproduksi mobil yang menggunakan biofuel atau bio diesel, sehingga kendaraan yang masih memakai bahan bakar fosil tidak akan berguna lagi.

Saat ini gerakan Bike to Work sudah menjadi gaya hidup baru bagi para eksekutif di Jakarta. Gerakan Bike to Work ini bermula dari sekelompok penggemar sepeda MTB (mountain bike) di Jakarta yang punya semangat, gagasan dan harapan terwujudnya udara bersih di perkotaan khususnya Jakarta, maka lahirlah Komunitas Pekerja Bersepeda (bike to work Community). Komunitas ini berkeinginan untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif mode transportasi, utamanya ke tempat kera (bike-to-work). Sejak 6 Agustus 2004, mereka telah melakukan kampanye rutin setiap bulan hingga saat ini dengan melakukan penyebaran media informasi berupa pamphlet (news flyer), serta menjalin kerjasama dengan berbagai media massa dan cetak. Saat ini sudah ada beberapa cabang Bike to Work di beberapa kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Tujuan mereka membentuk komunitas ini adalah mereka ingin bersepeda dengan aman dan nyaman bukan lagi merupakan suatu impian belaka, sehingga banyak masyarakat yang mau menggunakan speda sebagai sarana transportasinya dan mencegah polusi, menghemat BBM, mengurangi angka kemacetan di lalu lintas, dan menyehatkan tubuh dan menjadi bugar dalam beraktifitas. Kemacetan lalu lintas yang begitu panang di kota-kota besar benar-benar tidak ekonomis dan merupakan pemborosan energi, membuang-buang gas ruah kaca secara percuma, dan seringkali menimbulkan stres berkepanjangan bagi setiap orang yang terjebak di dalamnya. Biasanya mereka akan naik sepeda sampai ke stasiun kereta atau halte bis terdekat. Setelah itu mereka memarkirkan sepedanya di halte dan naik bis sampai ke kantor. Atau jika jarak dari rumah ke kantor relatif dekat, mereka cenderung menggunakan sepeda daripada mobil atau sepeda motor.

Sayangnya gerakan Bike to Work ini belum didukung infrastruktur yang memadai L seperti fasilitas bersepeda yang memadai, yaitu tempat parkir sepeda yang layak, fasilitas mandi umum yang cukup, dan jalur khusus yang disediakan bagi para penunggang sepeda di jalan raya di kota-kota besar. Mereka terpaksa harus ikut berdesak-desakan dengan mobil-mobil dan bis yang memakan banyak tempat dan tidak nyaman. Apalagi tingkat keselamatan bagi para pengendara sepeda masih sangat kurang dan sering terjadi kecelakaan di jalan raya karena para pengendara mobil atau sepeda motor kurang menghargai para pengendara sepeda ini. kadang pengguna sepeda juga kurang dilengkapi peralatan seperti helm, lampu depan dan belakang, masker, dan sarung tangan, sehingga sering membahayakan keselamatan jiwanya.

Oleh karena itu, gerakan Bike to Work ini dapat tercapai apabila pemerintah, pengelola perkantoran, pengelola fasilitas umum, dan masyarakat mempunyai komitmen bersama-sama untuk memberikan infrastruktur dan jalur bersepeda dari rumah sampai ke kantor dengan aman dan nyaman. Jika tidak, maka usaha positif yang telah dilakukan ini akan mendapat banyak kendala yang sangat berat.

Dadang Rusbiantoro

Save Trees | Bersepeda, Polusi Udara, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.con

Reforestasi Mencegah Global Warming

Salah satu usaha untuk mengurangi efek pemanasan global adalah melakukan reforestasi atau menghijaukan hutan yang gundul dan menanam pohon yang dapat menyerap karbondioksida, terutama penghijauan kembali hutan tropis sebagai paru-paru bumi. Sayang usaha seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Contohnya penanaman pohon di Taman Nasional Gunung Elgon, di timur Uganda. Dengan didukung oleh perusahaan dari Belanda untuk mewujudkan usaha perdagangan karbon, mereka melakukan reforestasi hutan di taman nasional dan menginventasikan $4 juta untuk menanam 3,4 juta pohon di lahan seluas 130 mil yang masih kosong. Di tahun 2020, mereka juga menjual kredit kepada penumpang pesawat yang ingin membeyar gantirugi dari emisi yang mereka keluarkan, menginvestasikan kembali pendapatan mereka dengan menanam pohon.

Usaha reforestasi ini sepertinya adalah ide yang sangat cemerlang sampai ada masalah dengan petani yang tinggal di dalam Taman Nasional. Para petani berjuang keras menuntut lahannya kembali dan melakukan tuntutan hukum di peradilan. 15 tahun lalu mereka pernah diusir dari Taman Nasional dan rumahnya dibakar oleh polisi hutan. Di tahun 2006, saat pengadilan mengabulkan permintaan mereka, maka para petani langsung membabat habis pohon yang dianggap berada di lahan mereka dan menanaminya dengan jagung dan kacang hijau. Sekitar setengah juta pohon dari Face Fondation yang ditanam di Taman Nasional Gunung Elgon tersebut ditebang oleh para petani.

Akhirnya muncullah konflik antara petani dan paramiliter sebagai otoritas kehutanan di Uganda. Pada bulan maret, polisi hutan menembak seseorang lelaki yang sedang menebang pohon dan menyiksa dan memukul beberapa petani. Insiden ini menimbulkan kemarahan para petani yang sesungguhnya mencoba mencari pendapatan yang cukup agar mereka bisa bertahan hidup. Sebaliknya bagaimana cara polisi hutan yang mengatasi pencurian kayu atau perambah hutan tanpa melakukan kekerasan, itulah masalah yang paling sulit diatasi dan belum ada solusi yang terbaik karena masyarakat yang hidup di dalam hutan juga butuh makan, tempat tinggal, dan lahan untuk bertani.

Jika ada proyek reforestasi dan aforestasi di Indonesia, maka kasusnya tidak akan jauh berbeda dengan di Uganda atau di Ekuator. Selama ini sudah banyak sekali illegal logging yang dilakukan baik oleh penduduk yang tinggal di sekitar hutan dan perusahaan swasta di seluruh Taman Nasional Indonesia yang belum teratasi. Jika ada reforestasi di Indonesia sebagai kelanjutan dari proyek dari CDM dan perdagangan karbon, maka proyek ini juga akan menimbulkan konflik yang cukup pelik dengan penduduk lokal di sekitar hutan, petani berladang berpindah, atau suku terasing yang tinggal di dalam hutan atau di Taman Nasional. Proyek CDM ini juga berpotensi menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek CDM ini. Masyarakat lokal sangat terancam oleh penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan dan dampaknya secara langsung akan menghancurkan penghidupan mereka. Jika konflik ini tidak tertangani dengan tuntas, maka dengan sendirinya proyek ini akan terancam menemui kegagalan total seperti yang terjadi di Uganda.
Dadang Rusbiantoro

Save Trees | Penghijauan, Reforestasi, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

Perusahaan Hijau untuk Mencegah Global Warming

Perusahan hijau atau Green Company saat ini bukan saja hanya sekedar trend semata, tapi karena banyak perusahan-perusahan besar ikut menjadi salah satu penyumbang terbesar dari emisi gas rumah kaca ini. Seperti kata David Bower sebagai direktur eksekutif dari Sierra Club, Tidak ada bisnis yang dapat dilakukan di planet yang mati”. Begitu juga jika bumi kita menjadi planet mati gara-gara efek pemanasan global ini, tentunya tidak ada perusahaan satu pun yang dapat menjalankan usaha bisnisnya karena sebagian besar uang dari pemerintah atau masyarakat akan digunakan untuk mengatasi bencana alam yang datang tidak kunjung berhenti dan bukan digunakan untuk mengkonsumsi barang atau jasa.

Kini tidak ada lagi cerita perusahaan seperti General Electric yang membuang zat beracunnya ke dalam sungai Hudson atau Du Pont dikenal di Amerika sebagai perusahaan paling banyak mengeluarkan polusi. Saat ini banyak perusahaan besar bekerjasama dengan para aktivis lingkungan untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan. Jika masih ada industri yang mengeluarkan polusi udara atau air saat ini, maka hal itu dipandang bukan saja sebagai usaha ilegal, tapi juga tidak menguntungkan secara ekonomis. Oleh karena itu banyak industri besar melakukan efisiensi dengan cara mengurangi konsumsi energi dan material, menghemat uang, membantu planet bumi yang sedang dilanda efek pemanasan global, dan mungkin membersihkan citranya yang dulunya dikenal sebagai perusahaan yang paling banyak mengeluarkan polusi menjadi perusahaan yang ramah lingkungan.

Salah satu contoh dari perusahaan ini adalah Honda yang mencoba memfokuskan pada tiga alternatif tehnologi bahan bakar: mobil hybrid dengan menggunakan gas dan listrik, mesin diesel yang bersih, dan bahan bakar dari sel matahari. Salah satu solusinya Honda menyediakan stasiun pengisian kembali bagi setiap individu yang memberikan panas dan listrik untuk setiap rumah dan juga hidrogen untuk mobil hybird dengan tenaga bahan bakar sel matahari. Dengan tehnologi ini akan mengurangi emisi karbondioksida sampai 5 persen di tahun 2005-2010. Jauh sebelum Honda melakukan program tersebut, di bulan oktober 1997 Toyota sudah meluncurkan mobil hybrid dengan bahan bakar bensin dan listrik yang bernama Prius dan telah terjual sampai 800.000 unit di seluruh dunia, sehingga membuat perusahaan Toyota sebagai perusahaan hijau yang peduli dengan lingkungan hidup. General Motor juga tidak mau ketinggalan dengan Honda dan Toyota, saat ini General Motor memproduksi mobil hybrid Paleolithic SUVS, Saturn Aura, bis, dan truk dengan bahan bakar gas dan listrik. Mobil ini dapat mengurangi penggunaan bahan bakar sampai 45% menurut National Renewble Energy Laboratory.
Dadang Rusbiantoro

Save Trees | Green Company, Perusahaan Hijau, Pencegahan Global Warming

GLOBAL WARMING ONLINE| http://mcarmand.blogspot.com

English GermanItalian French
chose your language

Head Line

Info - Global Warming .com

Info - GlobalWarming.org

Info - Greenpeace.org

News - Sains KOMPAS.com

News - GreenRadio.fm

Web directory Indonesia, daftarkan situs internet anda disini